Senin, 16 Juli 2012

Tak Selamanya Kawan adalah Kawan!

http://rendra-zone.blogspot.com
Kesehatan tubuh manusia tak terpisahkan dari peranan dua hal ini. Namun sakit akan mendera tubuh manusia jika dua hal ini berbeda porsinya di dalam tubuh. Perbedaan sedikit saja dapat menjadikan manusia menderita, atau bahkan menemui ajal. Dua hal ini adalah sel darah merah dan sel darah putih. Keduanya saling bekerjasama dalam menjalankan tugas mereka di dalam tubuh manusia.

Dalam keadaan normal, perbandingan leukosit dan eritrosit adalah 1 berbanding 400 atau 500. Jumlah ini merupakan ketentuan dari Allah SWT yang sangat tepat. Mengapa? Karena bila leukosit jumlahnya melebihi atau paling tidak menyamai jumlah eritrosit, maka leukosit akan memakan eritrosit dan trombosit seperti pada tubuh orang yang menderita penyakit Leukimia atau kanker darah. Penyakit yang berkemungkinan besar mematikan. Na’udzubillahmindzalik.
Fakta di atas cukup meyakinkan bahwa tak selamanya kawan akan menjadi kawan. Berarti ada dua kemungkinan, yaitu menjadi saudara atau malah menjadi lawan. Beruntung jika kawan menjadi saudara. Hubungan akan semakin akrab dan terjalin ukhuwah yang erat. Namun jika kawan menjadi lawan, biarpun tak ada yang menginginkan hal ini, pasti akan berakibat fatal pada putusnya ukhuwah, seperti tubh yang digerogoti leukemia, kemungkinan terburuk adalah kematian.
Walaupun -sekali lagi- tak ada yang menginginkan menjadi lawan bagi kawan sendiri, tapi banyak fakta yang menyatakan hal ini pernah terjadi. Misalnya adanya penolakan dari FPI (Front Pembela Islam) terhadap aliran Ahmadiyah yang beberapa waktu lalu terjadi dan pemeberontakan DI/TII terhadap Indonesia di tempo dulu. Umat Islam menyerang umat Islam yang lain. Rakyat Indonesia menyerang rakyat Indonesia yang lain.
Karena tak selamanya kawan adalah kawan, maka tak salah jika sebagai umat Islam berusaha untuk selalu menjaga ukhuwah. Bahkan itu adalah kewajiban. Seperti firman Allah SWT dalam surah Ali Imran : 103, Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai ,……Bagaimana cara menjaga ukhuwah? Saat ini banyak buku-buku yang mengangkat tema ukhuwah karena dinilai hal ini sangat urgen -dan kemungkinan merupakan hal yang akan menjadi langka karena tak banyak orang yang melestarikannya- pada saat ini atau pada masa yang akan dating. Lewat buku buku tesebut bisa dipelajari cara-cara menjaga ukhuwah. Namun, cara-cara itu tak akan berarti tanpa pertolongan dari Allah. Jadi, perlu adanya niatan yang tulus dan keikhlasan meminta kepada Allah untuk keutuhan ukhuwah ini.
Akhirnya segala hal akan kembali kepada Allah. Dialah yang menjadikan umat muslim bersaudara. Namun jika Dia berkehendak lain, maka itu ialah kuasa-Nya, tiada yang bisa menolak kuasa-Nya. Sekali lagi tidak ada yang bisa. Wallahu a’lam bishowab.
Azhar Memorys 

0 Komentar:

Posting Komentar