Selasa, 17 Juli 2012

PosiTive tHinkinG…!!!

PosiTive tHinkinG…!!!

Kalau kita memandang diri kita kecil, maka begitulah kita...
Kalau kita memandang diri kita besar, maka begitulah kita…

Anjuran menanamkan pikiran positif dalam diri kita sering kita dengar dari mereka yang menjadi tempat buat kita mintai sarannya. Mungkin, kita bakal ngomong begini, “Ngomongnya gampang!” pada mereka, menunjukkan kemampuan mengeluh kita (be a whiner) lebih besar dari kemampuan memenangkan kita (be a winner). Tapi, sebenarnya anjuran “pasaran” yang familiar itu sebenarnya manjur banget, dan merupakan rahasia keberhasilan yang dicapai banyak tokoh.

Apa yang kita lakukan di dunia ini dan sejauh ini adalah refleksi pemikiran kita dan pandangan kita terhadap dunia itu sendiri. Coba deh, kita lihat ke belakang, apa saja yang sudah kita lakukan, dalam aspek apa sajakah kita telah jauh (atau belum sama sekali) bertindak. Kalau ternyata kita (baru) sebatas berkutat di kota tercinta, sekolah tercinta, atau mungkin kelas, bahkan keluarga tercinta, berarti (baru) sebatas itulah pandangan kita terhadap dunia luas ini.
Sebenarnya, menurut buku yang saya baca, dunia tidak butuh penilaian kita terhadapnya. Bukannya nggak konsisten dengan pernyataan di atas, tapi ini penjabarannya. Dunia hanya akan memantulkan apa yang ingin kita lihat, menggemakan apa yang ingin kita dengar. Kembali pada pokok permasalahan, kalau kita menanamkan paradigma absolut bahwa hidup kita sengsara, secara tidak sadar pikiran-pikiran yang memiliki koneksi dengan kesengsaraan yang akan berdatangan pada kita, dan itulah yang akan kita dapatkan: kesengsaraan.
Beda halnya dengan mereka yang selalu menanamkan pemahaman positif tentang hidup, perjuangan, kesuksesan, atau kebahagiaan dalam pikiran mereka, maka otak mereka akan berfungsi sebagai magnet penarik unsur-unsur positif kehidupan dalam hidup mereka. Pada intinya, mereka yang gagal telah berimajinasi tentang kegagalan mereka, dan mereka yang sukses telah berimajinasi tentang kesuksesan mereka.
Menanamkan pikiran positif tidak segampang berimajinasi pada umumnya, membayangkan hal-hal aneh yang nggak penting (tentang someone, something, somewhere, dan sebagainya) dalam hidup. Membayangkan di sini berarti menanamkan keyakinan dalam diri tentang tujuan yang ingin kita capai, selalu berorientasi padanya, dan mewujudkannya. Ingat cerita fenomenal Laskar Pelangi? “Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia”, begitu kata musisi ternama kita, bahkan penemu rumus populer E=mc2 pun setuju bahwa imajinasi lebih penting dari ilmu pengetahuan. Tentu saja, sekali lagi, imajinasi di sini nggak sekedar bermimpi tanpa pernah bangun untuk merealisasikannya.
Kalau kita takut menghadapi dunia, berarti kita takut menghadapi diri sendiri. Pemikiran positif saja nggak cukup untuk berhasil mencapai impian kita. Kita juga butuh kejujuran terhadap diri sendiri, apa yang benar-benar menjadi orientasi kita selama ini (tanpa kontaminasi pihak-pihak tertentu, pastinya) untuk kita realisasikan. Jadi remaja tanpa tujuan hidup rasanya jahat dan nggak adil banget. It’s your life! It’s now or never! Kalau kita sudah bisa jujur pada diri sendiri, maka dunia pun akan jujur terhadap kita, tentang rahasia-rahasia apa yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita. Dan Allah SWT. pun telah berjanji dalam ayat-ayatNya, bahwa tidak akan berubah nasib suatu kaum kecuali mereka merubahnya sendiri… Ini hidup kalian, tentukan tujuan kalian dari sekarang!
Be positive people, be positive thinking! Good Luck!!

Azhar Memories 

0 Komentar:

Posting Komentar