Rabu, 30 Mei 2018

Optimalisasi Program Citarum Harum melalui Pelibatan Duta Lokal di setiap Daerah Aliran Sungai Citarum

Optimalisasi Program Citarum Harum melalui Pelibatan Duta Lokal di setiap Daerah Aliran Sungai Citarum
Oleh :
Agus Ramelan

*Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti WRITINGTHON (WRITING-MARATHON), yaitu Sebuah event kepenulisan yang terinspirasi dari Hackaton (Hacking-Marathon). Para peserta akan dikarantina dan diberikan tantangan kepenulisan. Output dari program ini ialah buku yang disusun secara kolektif oleh para peserta Writingthon. Kalian juga bisa ikut dengan klik di : http://bitread.id/writingthondikti/. Selamat Mencoba! 

Citarum di Tanah Legenda  
Sungai Citarum adalah salah satu contoh warisan berharga para legenda Jawa Barat. Dalam naskah Bujangga Manik, Citarum berasal dari kata Ci yang berarti air dan Tarum yang berari tanaman yang menghasilkan warna biru. Dahulu Sungai Citarum merupakan batas kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda1. Hulu Sungai Citarum berasal dari sebuah situ yang sangat indah dan alami, yaitu Situ Cisanti. Pada situ ini terdapat  mata air yang merupakan cikal bakal Sungai Citarum yang mengalir sepanjang kurang lebih 290 km dan membelah beberapa wilayah di Jawa Barat. Mata air Citarum dan Cisanti mempunyai kisah sejarah spesial yaitu mengenai Prabu Siliwangi, sang Raja Kerajaan Padjajaran di tanah parahyangan.


Konon kedua mata air tersebut merupakan patilasan dan lokasi favorit sang Prabu untuk membersihkan badan2. Tak heran jika saat ini lokasi tersebut menjadi wisata alam dan sejarah yang cukup tenar di Kabupaten Bandung Barat.
Masih ingat dengan semboyan PON XIX/2016 yang berbunyi “Berjaya di Tanah Legenda”? Tema itu diusung dengan tujuan menghormati capaian gemilang para legenda di Jawa Barat. Baik legenda di dunia olah raga, legenda pergerakan pahlwan, sampai legenda para leluhur Jawa Barat. Dalam naskah Galunggung tertcantum “Hana nguni hana mangke, tan han nguni tan hana mangke” yang berarti tiada masa kini tanpa ada masa lalu, masa kini adalah peninggalan masa lalu3. Dari kalimat bersejarah ini, seharus kita mengambil sebuah makna bahwa penghromatan harus kita berikan kepada para legenda, mereka yang mewariskan segala potensi Jawa Barat yang subur alamnya, dan ramah masyarakatnya. Upaya itu tentu saja termasuk dengan menjaga kelestarian Sungai Citarum. Lalu, bagaimana kondisi Sungai Citarum saat ini? 

Citarum, Kondismu Kini
Siapa yang tidak tahu kemegahan Sungai Citarum? Bahkan tidak sedikit warga asing yang berbondong-bondong ingin melihat langsung “kehororan” sungainya dan “keanehan” sekaligus “kekuatan” warganya untuk bertahan hidup di sekitar aliran Sungai Citarum. Secara fisik, sungai ini merupakan sungai terpanjang di Provinsi Jawa Barat. Sungai ini mengaliri 5 daerah aliran sungai (DAS), 9 kabupaten, dan kota. Sebagai sungai terpanjang, Citarum memiliki potensi air yang besar. Sehingga masyarakat di daerah alirannya menopangkan lehihudapannya pada sungai ini. Total potensi air di wilayah sungai Citarum adalah sebesar 13 milyar m3/tahun. Potensi air yang sudah dimanfaatkan sebanyak 37.5 milyar m /tahun (57.9%) dan yang belum dimanfaatkan 5.45 milyar m3/tahun (42.1%)4. Lebih dari itu, Sungai Citarum menjadi penopang utama kebutuhan air bagi masyarakat di kabaputen/kota yang dilaluinya.
Sejuta potensi Sungai Citarum ternyata tak mampu merayu masyarakat untuk memperlakukannya sebagai “tuan putri”. Justru, Ia malah diperlakukan sebagai “tempat sampah” yang setiap hari dihujam dengan sampah yang kotor dan berbahaya. Memang, “tuan putri” tidak marah besar, namun air mata nya terkadang meluap juga karena tidak tertahan. Ironi memang, Ia memberi manfaat tanpa henti malah dibalas dengan air tuba. Begitulah, kondisimu kini oh Sungai Citarum.
Permasalahan Sungai Citarum berada di tingkat yang sangat komplek dan saling terkait antara satu masalah dengan masalah lainnya. Majalah The Sun, 4 Desember 2009, telah menobatkan Sungai Citarum sebagai salah satu sungai terkotor di dunia. Penobatan ini sudah mendengung sampai ke seluruh pelosok negeri ini. Bukan hanya kita saja yang prihatin, orang asing pun ikut menunjukkan sikap simpati terhadap kondisi ini. Masih ingat dua orang bule perancis yang mendayung kayak dari botol plastik bekas di Sungai Citarum?

Kakak beradik Gary Bencheghib dan Sam Bencheghib memulai perjalanan menyusuri salah satu sungai terkotor di dunia, Sungai Citarum. Tujuan mereka bukan untuk wisata atau adu nyali semata, namun ingin menyadarkan masyarakat betapa berpolusi dan berbahayanya Sungai Citarum saat ini. Gary dan Sam juga berupaya, membagikan pengetahuan, jika sungai tersebut menjadi lokasi terbesar penyumbang sampah yang bermuara di laut atau perairan di Indonesia. Aksi tersebut mereka kemas dalam sebuah video dokumenter dan diupload di internet dengan hastag #PlasticBottleCitarum. Konon, video ini terdengar sampai ke Istana dan mendapatkan respon yang cukup serius.
Kedua pemuda perancis tersebut bukan lah satu-satu nya orang asing yang peduli terhadap Sungai Citarum. Pada 2014 silam, sebuah chanel youtube bernama “Unreported World” membuat sebuah film dokumenter dengan terjun langsung ke Sungai Citarum. Seyi Rhodes, reporter yang diutus terjun ke sungai, ke kampung-kampung di sekitar Citarum, industri pemasok limbah industri, dan juga berdiskusi langsung dengan LSM yang intens dalam menjaga kelestarian Sungai Citarum. Untuk membuat dokumen pembuktian, Seyi melibatkan peneliti untuk mengambil sampel air di Sungai Citarum dan mengujinya di laboratorium. Hasilnya sudah diduga, air sampel tersebut mengandung toxic yang sangat berbahaya. Tak sampai sini, dia lebih memastikan dengan mengunjungi kementrian terkait untuk menanyakan langsung langkah-langakah pemerintah Indonesia dalam menangani permasalahan serius ini.
Apakah kita tidak terheran-heran? Orang asing saja sebegitu pedulinya dengan Sungai Citarum. Padahal mereka tidak mendapatkan manfaat secara langsung berkat keberadaan Sungai Citarum. Sedangkan kita, khususnya warga Jawa Barat dan DKI, setiap hari kita bergantung pada sungai ini. Lalu kita seolah-olah menghilangkah kesadaran untuk menjaga kelestariannya? Inilah kenyataan bahwa Sungai Citarum mengandung permasalahan rumit di setiap bagiannya, baik di Citarum Hulu, Citarum Tengah, dan Citarum Hilir. Penebangan hutan, erosi tanah, alih fungsi resapan air, pencemaran limbah domestik dan industri adalah penyebab utamanya. Nafsu kepentingan sesaat membutakan perilaku yang ramah lingkungan. Akibatnya, kita buang racun ke sungai maka kita sendirilah yang akan panen racun tersebut.   

Rencana Solusi dari Masa ke Masa


Jurus-jurus yang dianggap sejati telah dilakukan oleh pihak berwenang yaitu Pemerintah Indonesia. Pada periode 2000-2003, telah dicanangkan program Citarum Bergetar. Kata “bergetar” merupakan singkatan singkatan kata dari bersih, geulis (cantik dalam bahasa Sunda), dan lestari. Program ini berfokus pada pengendalian pemulihan konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Ternyata program ini belum dianggap optimal, karena kian hari masalah Sungai Citarum kian kompleks. Selanjutnya, pada tahun 2008 pemerintah mendapatkan pinjaman dari Asian Development Bank (ADB). Besar paket pinjaman itu senilai USD 500 juta atau sekitar Rp 6,7 triliun untuk program berjangka 15 tahun. Program jangka panjang 2008-2023 ini bernama Integrated Citarum Water Resources Management Investement Program (ICWRMIP) atau Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu di Wilayah Sungai Citarum. Singkatnya, dapat disebut sebagai program Citarum Terpadu. Sementara ICWRMIP belum menunjukkan hasil positif, Pemprov Jabar kembali mencanangkan program pemulihan pada 2013. Nama program kali itu juga mentereng, yakni Citarum Bestari. Bestari mempunyai makna “baik budi pekerti” merupakan kependekan dari bersih, sehat, indah, dan lestari. Lewat Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 75 Tahun 2015, gerakan Citarum Bestari resmi diluncurkan. Anggaran sekitar Rp 80 miliar pun disiapkan demi memuluskan jalan menggapai target Citarum Bestari. Pada tahun 2017, nama Citarum kembali popule dengan predikat sungai terkotor dan lagi-lagi membuat pemerintah bereaksi dengan menerbitkan program baru. Kali ini bernama Citarum Harum, dan ditargetkan rampung dalam waktu tujuh tahun. Target itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo saat meninjau kawasan hulu Sungai Citarum. Citarum Harum dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, dan melibatkan banyak pihak, mulai dari kementerian yang berwenang, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, kepolisian, hingga TNI. Keterlibatan TNI secara masif dan terstruktur dalam program ini diharapkan membawa hasil berbeda dibanding program-program sebelumnya yang berakhir muram7.
Naluri murni sebagai makhluk hidup, tentu saja masih ada masyarakat yang peduli terhadap permasalahan Sungai Citarum. Komunitas-komunitas peduli Sungai Citarum bermunculan dan melakukan aksi yang sebisa-bisa mungkin untuk dilakukan. Misalnya adalah penutupan lubang pembuangan limbah industri yang tidak menerapkan IPAL. Mereka menyusuri satu per satu bibir sungai dan menutup dengan batu, karung, dan bahkan beton lubang-lubang pembuangan limbah. Namun, terkadang tanggul penutup ini tidak bertahan lama. Tentu saja ada oknum yang membongkarnya kembali. Salut sekali dengan para aktivis ini, tak sedikit intimidasi mereka dapatkan namun tetap berdiri di atas pendiriannya untuk menjaga kelestarian Sungai Citarum. Bagaimanapun itu, upaya masyarakat ini merupakan bentuk kecintaannya yang tulus tanpa pamrih kepada Sungai Citarum. 

Inisiasi Duta Lokal Citarum Harum
Pemerintah pusat telah melakukan upaya yang benar, yaitu meluncurkan program Citarum Harum di sungai strategis nasional ini. Berkaca dari ketidakoptimalan program-program revitalisasi Sungai Citarum sebelumnya, salah satu faktor utamanya adalah kurangnya partisipasi masyarakat secara masif dan berkelanjutan. Masif berarti pelibatan masyarakat dalam jumlah besar masih kurang. Dan berkelanjutan berarti muncul sebuah perilaku tidak “istiqomah” dalam menjaga rutinitas program yang telah direncanakan. Hal yang paling tidak diinginkan adalah munculah sebuah stigma berbahaya di masyarakat yaitu “Citarum bukan tanggung jawab kita, tapi tanggung jawab pemerintah”. Jika kalimat ini muncul dan bertranformasi menjadi sebuah pola pikir, dijamin apapun programnya, berapapun nilai proyeknya, dan secanggih apapun teknologi yang digunakan maka semua itu akan sia-sia saja.
Permasalahan Sungai Citarum bukan disebabkan oleh bencana alam, namun lebih condong diakibatkan oleh bencana akibat “karakter” buruk para penghuninya. Dan permasalahan Sungai Citarum bukan disebabkan oleh satu wilayah lokal saja. Permasalahan kompleks ini muncul dari setiap sudut bibir sungai di setiap wilayah yang dilalui. Jadi tidak bisa kita menyalahkan hulu, bagian tengah, ataupun bagian hilir nya saja. Beberapa pemetaan akademis telah dilakukan dan terbukti bahwa masing-masing bagian wilayah alirasan sungai memberikan faktor penyebab terhadap pencemaran Sungai Citarum.
Oleh karena itu, penting kiranya jika dipilih seorang penggerak citarum harum di setiap wilayah yang dialiri. Tak tanggung-tanggung, skala pemilihan penggerak ini lebih dipersempit yaitu di tingkat desa/kelurahan. Selanjutnya penulis mengusulkan menyebut penggerak ini sebagai “Duta Lokal Citarum Harum”. Pemilihan duta lokal diserahkan ke pihak desa dan masyarakatnya. Tujuannya adalah benar-benar menemukan orang yang berdedikasi, disegani, dan tanpa henti terus mengajak masyarakat untuk sedikit demi sedikit memberikan sumbangsih dalam pelestarian Sungai Citarum. 

Diperlukan Perlindungan Hukum dan Dukungan Finansial
Ada alasan masyarakat enggan ikut berpartisipasi dalam kegiatan kepedulian Sungai Citarum karena terdapat intimidasi dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Beberapa film dokumenter menampilkan pengakuan masyarakat terhadap adanya intimidasi ini. Sebuah perlindungan yang legal adalah solusi tepat untuk mengatasinya. Pemerintah memberikan dukungan penuh dan melindungi para duta dan aktivis lingkungan dalam menjalankan tugasnya. Di era digital seperti saat ini, sangat gampang untuk melakukan sebuah pelaporan. Namun yang lebih penting adalah upaya pihak berwenang untuk meninjaklanjuti laporan tersebut.
Program-program revitalisasi Sungai Citarum selalu dianggarkan dengan kucuran dana yang fantastis nilainya. Dari dana ini dapat juga dialokasikan sebagian untuk mendukung kegiatan-kegiatan para duta lokal citarum harum. Keberlanjutan program tergantung 3P, yaitu planet, people, dan price. Jadi, di samping rasa tanggung jawab sosial yang tinggi, suplai pendanaan mengambil peran penting dalam keberlanjutan kegiatan para duta lokal citarum harum. Di bawah komando tim dari pemerintah pusat, duta lokal bertugas terus mengobarkan semangat masyarakat se tempat untuk bersama-sama menjaga kelestarian Sungai Citarum. 

Citarum, Bukan saja Urusan Pemerintah
Sungai Citarum adalah sumber penghidupan bersama, sudah sebuah keharusan bahwa keberlangsungannya juga tanggung jawab bersama. Program pemilihan duta lokal citarum harum adalah upaya untuk mengejowantahkan bahwa urusan lestarinya Sungai Citarum adalah hajat bersama, bukan hanya urusan pemerintah semata. Jika program ini dijalankan dari hulu sampai ke hilir dan saling terintegrasi apik maka bukan sebuah hal yang mustahil bahwa Sungai Citarum akan benar-benar harum secepatnya. Semoga!

Referensi:
1Anonim. 2014. Sejarah Sungai Citarum. http://nanjung.desa.id/detailpost/sejarah-sungai-citarum. Diakses tanggal 29 Mei 2018
2Perdana, Putra Prima. 2018. Dari Surga Ini, Air Sungai Citarum Berasal. https://regional.kompas.com/read/2018/02/26/07592761/dari-surga-ini-air-sungai-citarum-berasal?page=all. Diakses tanggal 29 Mei 2018
3Ferdiana, Sandy. 2016. Berjaya di Tanah Legenda. http://republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/16/08/14/obwpyq371-berjaya-di-tanah-legenda. Diakses tanggal 28 Mei 2018
4Fadhil Imansyah, Muhammad. 2012. Studi Umum Permasalahan dan Solusi DAS Citarum Serta Analisis Kebijakan Pemerintah. Jurnal Sosioteknologi Edisi 25 Tahun 11, April 2012
5Shofira, Hanan. 2017. #PlasticBottleCitarum, Dua Pemuda Prancis Susuri Sungai Terkotor di Dunia. http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2017/09/01/plasticbottlecitarum-dua-pemuda-prancis-susuri-sungai-terkotor-di-dunia. Diakses tanggal 30 Mei 2018
6Mujahidin, Mumu. 2018. Jokowi Sebut Program Citarum Harum Bisa Selesai dalam 7 Tahun. http://jabar.tribunnews.com/2018/02/22/jokowi-sebut-program-citarum-harum-bisa-selesai-dalam-7-tahun. Diakses tanggal 30 Mei 2018

7Anonim. 2018. Gonta-ganti Jurus Pemerintah untuk Citarum. https://kumparan.com/@kumparannews/gonta-ganti-jurus-pemerintah-untuk-citarum. Diakses tanggal 30 Mei 2018

Sabtu, 06 Agustus 2016

Hadirkan Infrastruktur Penunjang Inisiasi Pembentukan Desa Wisata Buah Naga (Dewi Buna) di Desa Kepyar, Kabupaten Wonogiri


"Tulisan ini dibuat dalam rangka berpartisipasi dalam Kompetisi Blogging Balitbang PUPR 2016. Saudara/i semua dapat juga ikut dalam kompetisi ini, adapun informasi lebih lanjut silahkan klik link ini : http://litbang.pu.go.id/humas/kompetisiblogging/. Good Luck!'. 


Desa Kepyar, Kategori Desa Miskin Sejuta Potensi

Balai Desa Kepyar
Sumber : www.wikiwand.com  

Desa Kepyar merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Secara geografis desa ini berkontur pegunungan gersang dan hanya cocok untuk bercocok tanam hanya saat musim hujan. Oleh karena itu mayoritas warganya merantau ke luar kota sebagai buruh bangunan, pabrik, pembantu rumah tangga, pedagang, dan lainnya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Di Kabupaten Wonogiri setidaknya ada lima desa yang masih tergolong desa miskin. Dari kelimanya yang paling miskin adalah Desa Kepyar, sebab jumlah penduduk yang termasuk miskin mencapai 38 persen dari seluruh warga desa, sedangkan desa lainnya rata-rata 30 sampai 35 persen (timlo.net, 2012).

Dari penejelasan di atas dapat disimpulkan bahwa masalah kemiskinan adalah masalah yang sangat urgen untuk segera dientaskan di Desa Kepyar. Secara potensi pertanian memang desa ini secara umum kurang bagus. Namun, ada beberapa komoditas tanaman tertentu yang cocok untuk daerah yang berkontur seperti di Desa Kepyar seperti Buah Naga. Dewasa ini buah ini sangat digemari masyarakat dan harganya pun cukup menjanjikan. Masih sangat jarang terdapatnya sebuah sentra tanaman buah naga khususnya di Kabupaten Wonogiri. Potensi lainnya dari Desa Kepyar adalah terdapatnya dua destinasi wisata yang masi sangat alami, yaitu Air Terjun Sanginan dan Puncak Cumbri. Banyak sekali pelancong yang berwisata kedua tempat tersebut.
 
Wisata Puncak Cumbri
Sumber : http://www.cumbri.com/ 
Air Terjun Sanginan
Sumber :pasangmata.detik,com
Dalam lomba blog ini ini penulis memiliki sebuah gagasan aplikatif sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis wisata pertanian yaitu “Pembentukan Desa Wisata Buah Naga (Dewi Buna) di Desa Kepyar”. Dalam rangka penguatan gagasan, maka penulis menambahkan analisis sektor infrastruktur yang masing sangat perlu adanya bantuan dari kementrian terkait. Luaran yang diharapkan adalah terciptanya lapang pekerjaan baru dan meningkatnya sumber penghasilan masyarakat setempat yang berdampak pada kenaikan kesejahteraan ekonomi masyarakat. 


Perlu Bantuan Insfrastruktur

Pembangunan infrasturuktur merupakan aspek yang sangat penting dan vital untuk mempercepat proses pembangungan. Kunci dari berjalannya roda ekonomi adalah terdapatnya insfratruktur yang baik, layak, memadai dan terjangkau. Ini mengingatkan gerak laju dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan infrastruktur seperti sarana transportasi, telekomunikasi, dan energi.
Demikian juga dengan desa kepyar, potensi yang dimilikinya tidak akan maju pesat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat jika tidak dibarengi dengan pembangunan insfrastruktur yang memadai. Sebagai desa yang tergolong miskin, insfratruktur di desa masih belum memadai untuk dijadikan sebagai desa wisata. Hal yang harus benar-benar perlu dibantu adalah pembangunan jalan dan transportasi umum.


Peran PU dalam Pembangunan Infrastruktur 

Sesuai dengan tugas dan fungsi Departemen Pekerjaan Umum yang tercantum dalam laman resmi KemenPUPR, infrastruktur dalam lingkup pekerjaan umum meliputi infrastruktur jalan, sebagai prasarana distribusi lalu-lintas barang dan manusia maupun sebagai prasarana pembentuk struktur ruang wilayah, infrastruktur sumber daya air, sebagai prasarana untuk mendukung penyimpanan dan pendistribusian air maupun prasarana untuk pengendalian daya rusak air, infrastruktur cipta karya pada kawasan perkotaan dan perdesaan, sebagai pendukung kualitas kehidupan dan penghidupan masyarakat yang mencakup pelayanan transportasi lokal, pelayanan air minum dan sanitasi lingkungan, termasuk penanganan persampahan, penyediaan drainase untuk mengatasi genangan dan pengendalian banjir, penanganan air limbah domestik, sertapenataan ruang dalam menata struktur dan pemanfaatan serta pengendalian tataruang wialayah nasional.

Dengan demikan, Kementrian PU memiliki yang yang sangat vital dalam pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia. Kementrian ini menjadi garda terdepan yang diandalkan oleh masyarakat dalam melakukan pembangunan-pembangunan infrastruktur yang berdampak positif bagi produktivitas sektor ekonomi. 

Harapan demikian juga senada dengan tekad Menteri KemenPUPR, DR. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M. Sc, dalam sebuah acara di Studio TVRI, Jakarta, Rabu (13/4) yang dimuat dalam laman resmi KemenPUPR. 

“Tahun ini dikatakan sebagai tahun percepatan pembangunan, karena kita semua tahu sekarang ini adalah era kompetisi, dan juga era keterbukaan mulai dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN, artinya kita ini dalam persaingan,” 
Mochamad Basoeki Hadimoeljono ) 


Pentingnya Bantuan Pembangunan Jalan di Desa Kepyar 

Jalan di Desa Kepyar sebetulnya sudah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pembangunan jalan mulai gencar dilakukan melalui beberapa program yang telah digalakkan oleh pemerintah, seperti Program PNPM Pedesaan. Terdapat beberapa titik jalan yang sudah di aspal dan sisanya dengan rabat beton atau hot mix


Sebagian Jalan di Desa Kepyar Sudah di Hot Mix 
Sumber : Dokumentasi Group Facebook Desa Kepyar 

Namun, sebuah masalah klasik tetap terjadi yaitu kurangnya perawatan membuat jalan yang teraspal sudah rusak. Tentu saja hal ini menimbulkan masalah yang cukup berarti bagi masyarakat. Di samping itu, rabat beton juga belum dilakukan secara merata. Termasuk menuju akses potensi wisata Puncak Cumbri dan Air Terjun Sanginan. Melihat permasalahan ini, untuk mewujudkan Desa Kepyar sebagai Desa Wisata Buah Naga, maka pembangunan jalan dan fasilitas pelengkapnya (rambu-rambu dan penunjuk jalan) adalah sebuah keharusan.


Pentingnya Bantuan Pengadaan Transportasi Umum di Desa Kepyar

Saat ini tidak ada transportasi umum yang tersedia setiap hari di Desa Kepyar. Kecuali jika ada hari pasaran yaitu sepekan dua kali. Ini pun hanya satu dua mobil carry atau pick up perorangan yang belum tentu sehari bisa lebih tiga kali bolak balik dari desa ke kecamatan. 



Ilustrasi Angkutan Umum di Desa Kepyar yang Hanya Ada di Hari Pasaran
Sumber : karyonostudio2.blogspot.com  

Bagaimana mungkin sebuah tempat wisata maju tanpa ada akses transportasi umum yang memadai? Menjawab pertanyaan ini, maka sangat lah perlu bantuan pengadaan sarana transportasi umum. Harapannya adalah masyarakat dan juga wisatawan nantinya lebih mudah, murah, dan cepat mobilitasnya. 



Tujuan dan Luaran Gagasan

Tujuan utama dari gagasan ini adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat di Desa Kepyar dengan dibentuknya Desa Wisata Buah Naga. Pada akhirnya akan mencabut status Desa Kepyar sebagai Desa Miskin menjadi Desa Makmur dengan destinasi wisata khas Buah Naga.  Luaran gagasan yang ingin dicapai adalah terbentuknya Desa Wisata Buah Naga di Desa Kepyar. Lahan buah naga ini dikelola secara mandiri oleh masyarakat dan diberdayakan olehe beberapa kelompok masyarakat khususnya dalam hal pengolahan dan pemasaran hasil produk Buah Naga. Pada akhirnya masyarakat mempunyai sumber penghasilan yang menjanjikan dan meningkatkan kejejahteraan hidupnya. Capaian atau hasil program dalam jangka pendek dari program ini tertanaminya mayoritas lahan masyarakat dengan buah Naga. Hal ini harus dilakukan guna merelevankan Desa Kepyar dengan sebutan Desa Wisata Buah Naga. Semakin banyak tanaman buah naga dan semakin rapi pula dalam penanamannya maka akan menambah citra desa wisata Buah Naga semakin kuat. Hal ini akan bermanfaat dalam meningkatkan daya tarik para wisatawan untuk berkunjung. Setidaknya ada dua hasil utama dari program ini, yaitu secara umum Desa Kepyar menjadi Desa Wisata Buah Naga, dan secara khususnya masyarakat dapat bercocok tanam Buah Naga dan mengolah hasilnya sehingga bernilai ekonomi.

Tentu saja tujuan mulia ini akan dapat tercapai jika terdapat dukungan penuh dari beberapa pihak, salah satunya adalah bantuan insfratrutur dari pemerintah melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. Semoga melalui tulisan singkat ini, gagasan yang penulis usung dapat tersampaikan dengan baik dan ditanggapi positif. Dari Inovasi Desa, Majulah Indonesia!






Referensi :
Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat. 2016. Telaahan Isu Strategis Peran PU dalam Pembangunan Infrastruktur. Tersedia Online di : http://www.pu.go.id/isustrategis/view/9 


Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.2016. Tahun Ini Adalah Tahun Percepatan Pembangunan Infrastruktur. Tersedia Online di : http://pu.go.id/main/view_pdf/11131 

Kamis, 30 Juni 2016

Banjarnegara, Sangat "Ayu" untuk Berwisata


Pernah kah kalian mendengar "Banjarnegara"? Pastilah dengar, hampir di setiap kota nih ada yang namanya “Dawet Ayu Banjarnegara”. Maknyuuus!!! Kalau di Bandung ada namanya Dawet Elizabeth, Banjarnegara juga punya andalan dalam dunia perdawetan yaitu Dawet Ayu. Citarasa dawet yang satu ini memang tidak ada duanya. Tampilannya juga sangat ayu dan seolah-olah merayu-rayu kita semua untuk menyeruputnya. Apalagi di minum siang hari dan ditemani dia yang ayu juga. Sensasinya nambah pol banget lah pokoknya.

Es Dawet Ayu Banjarnegara 

Anyway, boleh saja pernah menyeruput dawet ayu nya, tapi kayaknya akan lebih afdhol jika kita sekali-kali caba mengunjungi Banjarnegara. Taukah kalian Banjarnegara itu letaknya di mana? Zaman sekarang seakan-akan dunia di genggaman kita, tinggal searching saja di Pak Dhe google map maka kita akan tahu di mata itu Banjarnegara. Rasanya bagai sayur tanpa garam kalau kita hanya sekadar tahu saja tidak membekas saudara-saudara sekalian. Hambar lah. Ono kadal dicakar Elang, Tak Kenal maka Tak Sayang. Cakep. So mari lebih kenal dengan Banjarnegara. 

Banjarnegara adalah sebuah kabupaten di Propinsi Jawa Tengah. Eh mimin juga asli Jawa Tengah, dan sekarang nih Pak Gubernur nya punya slogan “Jateng Gayeng”. Slogan ini adalah Branding resmi yang bermakna penuh semangat, berani, tangguh, jujur, ramah, menggerimakan, harmonis, dan hangat. Mudah-mudahan slogan ini berdampak positif untuk Jawa Tengah ke depannya. Aamiin. Eh maap agak belok sedikit hehehe, suka baper kalau ingat daerah asal. 
Letak Kabupaten Banjarnegara 

Menurut sejarah, R. Tumenggung Dipayudha IV diusulkan oleh Pakubuwono VII menjadi Bupati Banjar pada tanggal 22 Agustus 1831. Hal ini dikarenakan jasanya dalam Perang Diponegoro. Waktu itu ibukota kabupaten berada di Banjarmangu. Meluapnya Sungai Serayu dinilai sebagai kendala yang menyulitkan transportasi dengan ibukota Kasunanan Surakarta, sehingga ibukota kabupaten akhirnya dipindahkan ke lokasi yang baru di sebelah selatan sungai, dengan nama Banjarnegara yang arti katanya Banjar: sawah; Negara: kota. Tumenggung Dipayudha menjabat sebagai bupati hingga tahun 1846. Nah begitulah kurang lebih sejarah dari berdirinya Kabupaten Banjarnegara. 

Terletak di tengah-tengah Provinsi Jawa Tengah, Banjarnegara mudah banget untuk diakses dari luar kota. Paling gampang adalah untuk kalian yang bergelar bismania. Banyak banget angkutan bis antarkota yang melewati Banjarnegara misal Wonosobo-Banjarnegara-Bandung, Wonosobo-Banjarnegara Banyumas serta Banjarnegara-Jakarta. Ada juga alternatif lain yaitu menggunakan jasa angkutan travel yg antara lain dilayani misalnya Jakarta-Purwokerto-Banjarnegara-Wonosobo; Purwokerto-Banjarnegara-Yogya; dan Purwokerto Banjarnegara-Semarang-Surabaya. Ehmm bahkan ada juga lho jalur KA Purwokerto-Banjarnegara yang terbagi dalam tiga petak jalur yang pernah ada (trace), yakni Purwokerto-Sokaraja, Sokaraja-Klampok, dan Klampok-Banjarnegara. 

Bagaimana sudah lebih mengenal Banjarnegara kan? Biar tambah greget, sekarang mari kita kenali daerah-daerah wisata Banjarnegara. Wah ini dia yang kita tunggu-tunggu. Biar hidup bahagia makan perbanyaklah piknik. Banjarnegara menawarkan banyak pesona indah untuk kita kunjungi. Yuk kita list yuk satu persatu. Kalau perlu lebih baik simpan fotonya, kemudian print, dan tempel di kamar trus dikasih tulisan tahun ini saya harus ke Banjarnegara. Mantab kan?

1. Komplek Candi Dieng

Komplek Candi Arjuna, Banjar Negara 

Candi Dieng adalah kumpulan candi yang terletak di kaki pegunungan Dieng. Lho kog di Banjarnegara? Ehm emang sih banyak yang mengira candi ini sepenuhnya terletak di Wobosobo, namun sebenarnya terdapat bagian candi tersebut sudah masuk dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara. Keindahan yang benar-benar sensasional adalah kalau di sana katanya kita akan berada di sebuah negeri di atas awan. Yup, Dieng merupakan dataran tinggi yang berada di ketinggian 2.000 m di atas permukaan laut. Hawa nya yang dingin nan senjuk dijamin membuat kita semua ketagihan pengen ke sana lagi.

2. Kawah Sikidang 

Indahnya Kawah Sikidang, Banjarnegara 

Kalau di Bandung ada Kawah Putih, di Banjarnegara juga ada Kawa Sikidang. Bayangin saja guys, kalau kita di sana maka kita dapat melihat aktivitas kawah vulkanik secara dekat. Lebih mantabnya kita dapat melihat dengan lubang kepundan yang dapat disaksikan dari bibir kawah. Kira-kira apa yang yang menyebabkan si doi dinamakan “Sikidang”. Apakah dulu ada legenda yang berhubungan dengan kidang? Ehm, ternyata nama ini diambil dari fenomena alami di kawah ini. Uap air dan lava berwarna kelabu selalu bergemulak muncul ke permukaan berpindah-pindah dan bahkan melompat seperti seekor kidang. Nah sehingga kawah tersebut dinamakan dengan nama Kawah Sikidang.

3. Telaga Merdada 
Telaga Merdada yang Eksotis 

Telaga Merdada adalah salah satu telaga alami terluas di kawasan wisata Dieng. Luasnya mencapai 15 hektar. Dahsyat! Luas banget kan? Telaga ini terletak di Desa Karang Tengah, Kecamatan Bungur, Banjarnegara tentunya. Apa sih bedanya telaga Merdada dibandingkan dengan yang lainnya? Setidaknya ada tiga daya tarik utama dari telaga ini, yaitu bentuknya seperti mangkuk raksasa, kealamianannya, dan penduduk lokalnya yang sangat ramah. Untuk mengunjungi telaga ini, sobat sekalian hanya butuh waktu 13 menit dari Jalan Jaya Dieng dengan kendaraan, tentunya jika jalanannya lancar jaya bebas macet ya. 


3. Telaga Dringo 

Telaga Dringo, Rano Kumbolonya Banjarnegara 

Hayo siapa yang pernah muncak ke Semeru? Pasti tahu kan adalah danau yang begitu menwan di sana. Yup yaitu Rano Kumbolo. Konon banyak orang bilang Telaga Dringo adalah rano kumbolonya Dieng, tentu saja karena danau ini mirip sekali dengan Rano Kumbolo. Telaga Dringo masih begitu alami karena belum begitu banyak di kunjungi oleh wisatawan. Untuk Mencapai ke tempat ini pun kita harus sedikit berjuang dan melwan rasa lelah, kita harus menyusuri jalan setapak khas pegunungan. Kata pujangga perjuangan akan terbayarkan oleh hasilnya. Nah, perjuangan menyusuri jalan setapak akan dibayar dengan eksotisnya pemandangan Telaga Dringo. 

4. Wisata Arung Jeram Serayu 

Menantangnya Arum Jeram Serayu 

Kalian suka hal yang menantang? Ehm yang satu ini cocok banget lah buat passion kalian. Yup yaitu Arum Jeram Serayu yang menwarkan tantangan pemacu adrenalin. Sobat dapat ber rafting ria menyusuri Sungai Serayu dan akan berhilir ke pantai selatan. 

5. TRM Serulingmas 

TMS Serulingmas

Taman Rekreasi Margasatwa Serulingmas atau yang juga dikenal sebagai kebun binatang Selamanik ini satu-satunya taman margasatwa di kawasan Jawa Tengah bagian Selatan. Aksesnya pun sangat mudah dijangkau karena letaknya tidak jauh dari pusat kota, tepatnya di Jalan Selamanik, sekitar 1 km dari pusat kota yang bisa dicapai dengan mudah. Di sini kita dapat menyaksikan berbagai jenis satwa yang koleksinya terbilang lengkap, termasuk adanya para raja hutan yang berkandang di sana. Jadi mau lihat singa kita gak perlu ke Afrika guys, ke Banjarnega aja kita dapat salaman dengan singa kalau mau, tapi saya gak akan mau, paling foto-foto saja dari jarak jauh. Maklum si doi mah Raja Hutan, da aku mah apa atuh. Wkwkwk. 

6. Surya Yudha Park 

Taman Surya Yudha Park 

Pernah denger patung Merlion?  Pernah denger juga patung Liberty? Atau jangan-jangan sobat pengen lihat gimana entuh bentuknya patung? Ehm sekarang sobat gak perlu jauh-jauh ke Singapura atau New York untuk mejeng di depan patung itu. Sobat bisa menemukan keduanya di Banjarnegara lho. Serius ini gak bercanda. Sobat tinggal datang saja ke Surya Yudha Park. Ya memang sih hanya replika, tapi mirip loh. Tingga ditambahin sedikit sentuhan sotoshop, Sobat semua udah kayak bener-bener di Amerika. Surya Yudha Park adalah taman rekreasi air terlengkap di Banjarnegara yang berkonsep wisata terpadu. Tempat ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti hotel berbintang, arena olahraga, rafting, dan juga wisata outbound.

Gimana sekarang sudah lebih mengenal Banjarnegara kan? Setidaknya enam pengenalan di atas dapat menjadi bagi Sobat semua untuk segera mengunjungi Banjarnegara ya. Mamang Dian Beli Selasih, Sekian dan Terima kasih. Saya do’akan deh sobat semua cepet-cepet bisa ngunjungin eloknya wisata Banjarnegara. Aamiin. 

Referensi :