Senin, 15 Februari 2016

Terima Kasih Jihaz-Toys, Pengalaman Jadi Reseller Boneka Saat Kuliah

Sebuah cerita bukan untuk dinikmati sendirian, akan lebih berbuah andai dijadikan bahan berbagi. Semangat! Kalau lirik lagu menyampaikan “Muda tanpa Cinta Bagai Taman Tak Berbunga hai begitulah kata para pujangga”. Kalau kata saya “Muda tanpa Karya lebih Mendrita daripada Muda tanpa Cinta”. 

Semasa kuliah adalah masa terindah dan paling awet kenangan-kenangannya. Pertama, saya tidak pernah membayangkan dapat mengenyam pendidikan di kota besar seperti Bandung ini. Kedua, ternyata skenario semasa di kampus sangat tidak diduga-duga. Pepatah barat mengatakan bahwa : "Some beautiful paths can’t be discovered without getting lost." (Erol Ozan). Iya benar, perjalanan indah saya sewaktu kuliah tidak akan pernah saya raih tanpa tersesat terlebih dahulu. Saat-saat tersesat ini pasti ada petunjuk-petunjuk baru untuk dapat kembali menemukan jalan yang benar. 

Selamat Datang di Kota Bandung 

Bandung adalah kota metropolitan, kota yang begitu luas, dan kota yang penuh tantangan bagi saya. Betapa tidak, merantau seorang diri mengharuskan saya harus bisa bertahan. Bertahan mempertahankan kelangsungan isi kantong dan juga mempertahankan kelangsungan studi S1 saya. Awal kuliah saya lebih menyibukkan diri untuk mandiri secara ekonomi, cari-cari peluang yang memungkinkan untuk part-time. Mulai dari jualan pulsa, gorengan, baju, kaos dan lainnya saya jajaki semua. Ada satu usaha yang membekas sekali dan berperan banyak dalam mendukung kemandirian saya waktu itu, yaitu "Jualan Boneka". 

Bercerita mengenai jualan boneka, satu UMKM yang berjasa banget buat saya adalah Jihaz-Toys. Awalnya saya berkenalan dengan Pak Reza, pemilik Jihaz-Toys, di sebuah acara pelatihan teknopreneur di kampus. Mengorek-ngorek pengalaman berwirausaha Pak Reza, akhirnya saya terinpirasi. Pak Reza sudah lama menjalankan usaha boneka. Ruko nya beralamat di Jalan Kopo Sayati Hilir No. 30, Bandung. Saat ini usaha beliau sudah berkembang cukup pesat, namun menilai seseorang lebih berarti jika dilihat dari perjuangan-perjuangan beliau merintis usaha. Luar biasa menginspirasi perjuangannya. Pak reza dulu hanya sebagai pekerja di sebuah toko boneka. Semakin lama bekerja, beliau juga semakin banyak pengetahuan mengenai seluk beluk boneka. Akhirnya, dengan kemantaban hati, Pak Reza putuskan untuk memulai merintis usaha boneka miliknya sendiri. 


Kios Boneka Jihaz-Toys Bandung 
Setelah berkenalan dengan Pak Reza, dan beliau juga mengizinkan saya untuk menjadi reseller, selanjutnya saya bentuk sebuah tim. Tim ini bernama "Bos Boneka Bandung" atau lebih akrab disingkat dengan nama BosBon. Tim saya terdiri dari 5 orang dan masing-masing bertugas di setiap divisi yang telah ditentukan yaitu pimpinan, keuangan, logistik, online marketing, dan offline marketing. 


Tim Bos Boneka Bersama Pak Reza 
Selanjutnya, atas bimbingan Pak Reza, kami buat media promosi dan juga katalog produk. Usaha boneka kami melayani penjualan boneka jadi dan juga pre-order boneka custom untuk maskot atau marchandise. Media promosi yang pertama dibuat adalah facebook dan web store. Minggu pertama, kami fokus dalam promosi online. Gencar dan terus menerus posting, langkah ini adalah yang selalu kami lakukan untuk mendapat lirikan calon konsumen.

Fan Page Bos Boneka Bandung 
Bersyukur sekali kami, setelah promosi besar-besaran melalui media sosial. Pesanan demi pesanan datang. Mulai dari pesanan satuan boneka biasa sampai boneka custom untuk marchandise juga cukup banyak. Kami melebarkan sayap penjualan melalui bazar-bazar yang diadakan di kampus. Pak Reza memang sangat baik, khusus untuk Bazar kami tidak perlu mengeluarkan modal sama sekali. Kami hanya perlu mendata boneka apa saja yang di bawa dan membayar boneka yang laku terjual saja saat acara bazar. Dengan semangatnya kami loncat bazar sana bazar sini demi meningkatkan penjualan usaha yang baru dirintis ini. 

Bergaya di Salah Satu Bazar Kampus 

Jualan Boneka Custom Kampus UPI 


Hidup memang tidak bisa disangka-sangka. Dari berkenalan dengan pelaku UMKM, Pak Reza, kemudian menjadi reseller dan akhirnya dapat membantu menyokong kemandirian ekonomi secara pribadi. Seperti kalimat pembukaan di awal, saya telah menyebutkan bahwa cerita indah harus dibagikan. Dengan harapan ada hal positif yang dapat diperoleh orang lain. Ketika ada seorang wartawan untuk meliput kisah ini, saya dengan senang hati menceritakannya. 

Mejeng Inspiratif di Koran Bandung Ekspress 

Saatnya, Giliran untuk Memberdayakan UMKM 

Pak Reza dengan usaha bonekanya sudah sangat membantu saya di waktu kuliah. Yang paling berharga adalah pengalaman merintis usaha. Bagaimana menghadapi tuntutan harus memuaskan klien, bagaimana memanajemen waktu, bagaimana mengatur arus kas keuangan, dan masih banyak pengalaman lainnya yang tidak ternilai harganya. 

Pada umumnya, tantangan besar bagi seluruh UMKM adalah modal usaha untuk meningkatkan kapasitas usaha. Sudah saatnya, ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong diterapakan di negeri ini. Tidak usah muluk-muluk, mulailah dari hal yang sederhana yang dapat kita lakukan. Salah satunya adalah menabung

Lho kog bisa? Bukannya menabung itu malah menumpuk untung buat diri sendiri saja ya? Di mana letak membantu nya? Good Question need Good Answer! Salah satu Bank BUMN mempunyai solusi tepat mengenai pertanyaan tersebut. Nama programnya adalah Menabung untuk Memberdayakan

Dengan menabung di BTPN Sinaya, Anda turut memberdayakan jutaan mass market di Indonesia yang terdiri dari para pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta masyarakat prasejahtera produktif melalui program Daya. Sehingga selain menabung untuk diri sendiri, kita juga dapat membantu berkembangnya sesama dan pada akhirnya hidup kita akan lebih berarti. 

Masih bingung? Ehm, tenang saja. Program ini telah memberikan sebuah simulasi online yang tersedia di web : http://menabunguntukmemberdayakan.com/. Mari yo mari, biar lebih afdol kita coba sama-sama. Berikut adalah langkah-langkah simulasi yang dilengkapi infographic nya. 


Kunjungi Website http://menabunguntukmemberdayakan.com/ dan Klik Mulai Simulasi 

Pilih log in dengan akun Facebook atau secara Manual 

Tentukan nilai setoran tabungan per bulannya dan juga jangka waktu tabungan. Kalau saya mencoba memilih setoran Rp 1.500.000,- dan dalam jangka waktu 3 Tahun. 

Klik tombol Lihat Hasil Simulai. Untuk melihat hasilnya, isikanlah data yang ada pada borang seperti pada gambar di atas. 

Dalam sekejap, Hasilnya pun akan keluar. Wow. . . Hanya dengan menabung Rp 1.500.000,- per Bulan, akan akan mendapatkan uang total Rp 58.303.504,-. Ehm sudah bisa buat DP Rumah. Horeee!!! 
Dahsyat bukan? Selain berkah untuk diri sendiri, tabungan kita juga akan berkah untuk sesama. Sekali lagi, karena melalui dana yang kita simpan, kita juga berkesempatan untuk turut memberdayakan masyarakat berpenghasilan rendah serta pelaku UMKM dalam meningkatkan kapasitas mereka melalui pinjaman dana dan berbagai pelatihan melalui program Daya. 

Tunggu apa lagi, tidak lah ragu untuk berbuat kebaikan, mulai dari sendiri dan mulai dari hal yang paling sederhana, mari berbagi keberkahan tabungan kita melalui Program "Menabung untuk Negeri dari Bank BTPN". 



*Tulisan ini dibuat dalam rangka berbagi informasi positif dan mengikuti Lomba Blog Terima Kasih Mass Market dari Bank BTPN. Rekan-rekan juga dapat mengikuti lomba ini dengan menge-klik gambar di sini. Selamat Mencoba.