Kamis, 25 Desember 2014

Pemuda Hebat, Indonesia Kuat!


Essay ini ditulis dalam rangka mengikuti Beasiswa Dataprint Periode 2. 


Oleh : Agus Ramelan
Mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro
Universitas Pendidikan Indonesia 

Siapa yang akan melanjutkan kepemimpinan bangsa ini? Saya kira itu merupakan pertanyaan mainstream, dan hampir setiap orang tahu apa jawabnya. Ya, pemuda adalah harapan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di bumi pertiwi ini. Sebagai Iron Stock kepemimpinan bangsa, pemuda sudah seyogyanya menempa dirinya lebih keras dan menebar kebermanfaatan sebanyak-banyaknya di sela-sela masa mudanya.

Pemuda hebat belum tentu bermanfaat. Kehebatan tak ayal acapkali dipergunakan untuk sesuatu yang bersifat negatif dan hanya menjadi subjek parasit bagi masyarakat. Betapa banyak orang hebat yang duduk di senayan yang tersandung kasus korupsi? Bukankah dulu mereka juga seorang aktivis pemuda atau mahasiswa yang berkoar-koar membasmi korupsi? Baiklah, hari esok adalah refleksi dari sekarang. Kepemimpinan bangsa kelak juga cerminan pemudanya sekarang. “Muda hanya sekali maka buatlah muda yang berarti” Begitulah satu kalimat dahsyat yang selalu menjadi obat penawar malas bagi saya. Pemuda sukses kaffah (menyeluruh) ialah yang hebat dan bermanfaat. Pemuda seperti itulah yang sangat dibutuhkan oleh Indonesia. Banyak langkah untuk mewujudkannya, misalnya dengan berkomitmen pada beberapa sifat berikut.

1.Rabbani
Michael H. Hart dalam bukunya 100: Kedudukan Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah merilis 5 tokoh teratas yang paling berpengaruh di dunia adalah mereka yang menempatkan aspek spiritual di balik keilmuawannya. Misalnya untuk yang beragama Islam : Tua rajin ke Masjid itu luar biasa, lebih luar biasa jika yang muda yang rajin sholat berjamaah di masjid.

2. Berani Bermimpi
Memang sih, berani bermimpi adalah kalimat klasik yang senantiasa menghampiri kita di mana saja. Tapi jangan coba-coba bermimpi kalau tidak mau terwujud. Jadi, dapat disimpulkan Mimpi itu bak Hukum Energi : Tidak bisa dihilangkan dan tidak bisa dihambat, namun dapat dikonversikan ke dalam kenyataan!
3. Mandiri
Muda Mandiri, Tua Bahagiakan Mami dan Istri! Tuh maknyus kan? Ya walaupun gak semaknyus muda foya-foya tua kaya raya sih, Namun setidaknya lebih bermakna dan menggetarkan hati lah. Memang belum terlalu mudah sih untuk mengawalinya, tetapi dengan niat dan tekad kuat lambat laun pasti lah terlaksana. Sudah saatnya hukum rimba bagi kawula muda direvisi dan kalau perlu dikontrak ulang, “Siapa yang paling mandiri, dia lah yang menang”.

4. Berpengetahuan

Pengetahuan akan menjadi sebuah peta bagi perjalanan seorang pemimpin. Memulai memaksimalkan waktu untuk menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya adalah ciri dari pemuda calon pemimpin bangsa. Saya masih ingat perkataan seseorang yang pernah saya temui di Jakarta yang menyebutkan bahwa “Bagi seorang pemuda, Bersantai-santai adalah laknat kecuali sedikit dan Berlelah-lelah adalah Rahmat”.
Tidak banyak-banyak dan tidak ribet-ribet untuk menjadi sosok pemuda calon pemimpin bangsa. Rabbani, Bermimpi Besar, Mandiri, dan Berpengetahuan adalah langkah tepat di masa muda untuk menggantikan estafet kepemimpinan. Indonesia membutuhkan pemuda, bukan hanya pemuda yang hebat namun juga pemuda yang penuh kebermanfaatan.


Jumat, 05 Desember 2014

GEBRAKAN UKM LEPPIM : UPI EMAS JAWARA PIMNAS

Bandung, UPI
Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Penelitian dan Pengkajian Intelektual Mahasiswa (UKM LEPPIM UPI) sebagai pusat kegiatan keilmiahan mahasiswa tingkat universitas kembali mengajak seluruh mahasiswa UPI untuk mengajukan proposal Program Kreatifitas Mahasiswa Karya Tulis (PKM-KT). Seperti sebelumnya, LEPPIM kembali didukung penuh oleh rektorat kampus UPI. Kali ini, tagline yang dimunculkan cukup unik dan berani yaitu “UPI Emas Jawara PIMNAS!”. Sudah diketahui bersama, PKM-KT adalah salah satu program dari Dikti untuk mewadahai kreatifitas mahasiswa dalam bentuk penulisan artikel ilmiah dan gagasan tertulis. Setiap proposal yang berhasil diupload akan mendapatkan insentif Rp 50.000,- dari Rektorat dan ketika dinyatakan lolos oleh DIKTI maka akan mendapatkan Rp 3.000.000,-. Pengumpulan PKM KT ke bagian Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan diberi tengang waktu sampai tanggal 28 Maret 2014. Untuk panduan PKM-KT dapat didownload di link
http://goo.gl/rMkvll atau http://www.leppim.ukm.upi.edu/.
Gebrakan LEPPIM kali ini cukup unik dan menarik perhatian mahasiswa. Baliho besar berukuran 4 x 6 m dipasang di tiga titik sentral Kampus UPI. Selaras dengan penuturan Kadep Penelitian dan Penalaran UKM LEPPIM, Muh. Patoni, pemasangan baliho ini diharapkan mampu menjadi wadah sosialisasi PKM-KT yang maksimal kepada seluruh mahasiswa UPI. “Kehadiran baliho tersebut akan sangat bermanfaat. Hal itu didasari fakta masih banyak mahasiswa UPI yang belum tahu tentang PKM KT. Oleh karena itu, baliho tersebut saya kira bisa menjadi sarana sosialisasi PKM KT yang maksimal di UPI.” Tutur Patoni.
Sebagai bentuk follow up, UKM LEPPIM menyedian wadah online untuk mahasiswa UPI dalam berdiskusi seputar PKM-KT yaitu melalui group Facebook PKM Link Center, Curhat Dong. Selain itu konsultasi juga dapat dilakukan via sms ke no 085723572854 / 08523861574. Dengan adanya gebrakan semacam ini diharapkan kuantitas dan kualitas pengajuan PKM dari mahasiswa UPI semakin meningkat dan dalam tempo ke depan bahkan diharapkan UPI dapat menjuarai PIMNAS. Semoga! (Agus Ramelan). 

LEPPIM UPI PRESENTASIKAN PROPOSAL DIHADAPAN REVIEWER DIKTI

Bandung, UPI
UKM Lembaga Penelitian dan Pengkajian Intelektual Mahasiswa (LEPPIM) Universitas Pendidikan Indonesia kembali menorehkan prestasi yang sangat membanggakan. Kali ini UKM LEPPIM UPI meloloskan satu wakilnya dalam kompetisi Program Hibah Bina Desa (PHBD) DIKTI Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2014. Total peserta yang lolos dari seluruh Indonesia adalah 154 tim.
Tim PHBD LEPPIM UPI kali ini diwakili oleh Agus Ramelan (Pend. Teknik Elektro), Usup (Pend. Teknik Elektro), Sulfia Ummah Sholeha (Pend. Matematika), M Yoga Perdana (Pend. Teknik Elektro), dan Yohanes Adi Putra (Pend. Teknik Mesin) dengan judul proposal Sentra Obat Herbal Daun Kelor Tampomas sebagai Usaha Mandiri POSDAYA Tampomas Hijau, Desa Licin, Kabupaten Sumedang. Dalam proposal ini tim berniat membuat sentra industri produk local yang baru dan sekaligus dapat menjadi brand baru juga dari Kabupaten Sumedang.
Bertempat di Hotel Horison Bekasi pada tanggal 1-2 Juli 2014, tim berkesempatan untuk melakukan presentasi dihadapan reviewer dari DIKTI. Masing-masing tim diberikan waktu 15 menit untuk meyakinkan reviewer bahwa gagasan yang diusulkan adalah sebuah gagasan yang realistis dan berdaya guna untuk masyarakat jika diterapkan. DIKTI telah menganggarkan dana hibah maksimal 50 Juta untuk setiap tim yang lolos. Dana tersebut dialokasikan semuanya untuk pengimplementasian gagasan bina desa yang telah diusulkan.
Harapan dari keikutsertaan dalam kegiatan ini adalam terimplementasinya gagasan dari proposal yang dipresentasikan. Kegiatan ini merupakan suatu langkah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan keilmiahan serta riset di berbagai lintas disiplin ilmu yang berhilir pada penerapannya di masyarakat. Selain itu kegiatan nasional seperti ini, juga dapat diharapkan meningkatkan eksistensi UKM LEPPIM UPI di kancah nasional serta menjadi salah satu langkah mewujudkan cita-cita lembaga untuk senantiasa menghamrumkan almamater, Kampus UPI Tercinta. Semoga! (Agus Ramelan, Manevkomil LEPPIM) 

LEPPIM UPI RAIH JUARA 2 DI HEALTH-SOSIOPRENEURSHIP

Jakarta, UPI

Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Penelitian dan Pengkajian Intelektual Mahasiswa (Leppim) Universitas Pendidikan Indonesia kembali menorehkan prestasi yang sangat membanggakan. Kali ini UKM Leppim UPI berhasil meraih Juara II di ajang Health-Sosiopreneurship Competition yang diadakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarat, Universitas Indonesia. Kompetisi nasional ini dihelat di Kampus UI Depok pada 13-14 November 2014 dalam tajuk Health in Campus 2014 dengan Tema Road to Movement. Perlombaan ini dihadiri oleh sembilan finalis terbaik yang telah terseleksi dari seluruh Indonesia.
Tim delegasi UKM Leppim UPI dalam lomba ini diwakili oleh Agus Ramelan (Pend. Teknik Elektro) sebagai ketua tim , dan 4 anggota tim yaitu Usup (Pend. Teknik Elektro), Sulfia Ummah Sholeha (Pend. Matematika), M Yoga Perdana (Pend. Teknik Elektro), dan Yohanes Adi Putra (Pend. Teknik Mesin) dengan judul karya Sentra Obat Herbal Daun Kelor Tampomas sebagai Usaha Mandiri Posdaya Tampomas Hijau, Desa Licin, Kabupaten Sumedang. Setelah sukses di tahap presentasi, akhirnya tim berhasil finish di urutan ke-2 dan tepat berada satu tingkat di bawah perwakilan tim dari Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang.
Kegiatan ini merupakan suatu langkah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan keilmiahan serta riset di berbagai lintas disiplin ilmu yang berhilir pada penerapannya di masyarakat. Selain itu kegiatan nasional seperti ini, juga dapat diharapkan meningkatkan eksistensi UKM LEPPIM UPI di kancah nasional serta menjadi salah satu langkah mewujudkan cita-cita lembaga untuk senantiasa menghamrumkan almamater, Kampus UPI Tercinta. Semoga! (Agus Ramelan, Manevkomil LEPPIM). 

AGUS RAMELAN DAN M ADLI, FINALIS TERBAIK LOMBA INOVASI IPTEK

Berita UPI - Jakarta, UPI

Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia kembali menorehkan prestasi terbaiknya di kancah kompetisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi nasional. Kali ini adalah Agus Ramelan dan M Adli Rizqullah, Mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro berhasil menjadi Finalis Terbaik dalam ajang bergengsi Lomba Inovasi Iptek Pemuda Nasional Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Acara ini digelar di Hotel Menara Peninsula Jakarta 23-26 Oktober 2014 diikuti oleh 30 finalis pilihan perwakilan perguruan tinggi seluruh Indonesia. Dari 30 finalis yang terpilih, diseleksi kembali dengan melakukan presentasi di hadapan lima juri independen dari berbagai kalangan untuk kemudian ditentukan lima finalis terbaik nasional.
Perwakilan UPI, yaitu Agus dan Adli berhasil meraih tempat pertama sebagai finalis terbaik nasional dan bersanding dengan perwakilan dari Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Gajah Mada, dan Universitas Brawijaya. Dalam perlombaan ini tim mempresentasikan karya berupa alat pengendali charging baterai laptop secara otomatis dengan nama Si Kecil Penyelamat Baterai (SKPB).
Dewan juri menilai, alat ini potensial untuk dikomersialisasikan menjadi produk teknopreneur. Malam Penganugerahan Inovasi Iptek Pemuda Nasional dihelat di halaman Kemenpora RI 24 Oktober 2014 yang dihadiri Mantan Menpora zaman SBY, Roy Suryo.
“Saya dan tim sangat bersyukur dapat mempersembahkan kemenangan ini di sela-sela peringatan Hari Sumpah Pemuda 2014. Kemenangan ini kami persembahkan untuk kampus tercinta dan kampus penuh kenangan, UPI,” tutur Agus Ramelan. (WAS)