Minggu, 26 Januari 2014

Ini Kisahku : Energi Terbarukan Hanya Alternatif Saja?



” Berkenaan dengan tema Mengapa Pengembangan Energi Alternatif Terkendala?
yang terkandung dalam pesan (artikel) berjudul Desa Mandiri Energi di www. darwinsaleh.com, saya berpandangan bahwa saya setuju karena untuk membangun sebuah negara yang kuat dan hebat, maka pondasi utama adalah dari kekuatan rakyatnya. Dan kemandirian energi dari desa adalah modal kuat untuk Indonesia yang Hebat!” 
-@masramdahsyat- 



           Ini Kisahku : Energi Terbarukan Hanya Alternatif Saja?


Apakah yang pertama kali Sahabat rasakan ketika mendengar kata “Alternatif”? Beragam dan unik-unik pastinya tanggapan sahabat semua, namun mungkin sedikit ada kesamaan dengan apa yang saya rasakan. Ini dia yang saya rasakan ketika mendengar kata “Alternatif”. Saya agak gimana gituh dan mungkin sedikit tertawa dalam hati ketika mendengar kata “Alternatif”. Ya yang muncul di otak saya pastinya “Pengobatan Alternatif”. Apalagi yang akhir-akhir ini lagi ngetrend iklan di TV tentang klinik alternatif. Berikut cuplikannya :
“Setelah berobat di Klinik T******* saya sekarang dapat sembuh lagi. Terima Kasih Klinik T*******”. Gaya saya menirukan iklan Klinik tersebut.
Efek klinik ini pun merambah dunia plesetan maya di jejaring sosial media yang ramai dijadikan bahan pokok pembicaraan oleh kawula muda. By the way, bukan mengenai klinik yang bersangkutan yang akan saya bahas lebih lanjut Sob, entar malah jadi “ngrumpi” dong ane.
Penjabaran situasional penggunaan kata “Alternatif” di atas hanya sebuah tolak ukur sejauh mana tanggapan langsung masyarakat. Hal ini saya kira perlu disebabkan akhir-akhir ini muncul ungkapan “Energi Alternatif”. Tidak tanggung-tanggung, ada kemungkinan ungkapan ini dimunculkan pemerintah dengan tujuan mengenalkan sumber energi pengganti energi fosil yang kian lama kian menipis dan bahkan pasti habis dalam kurun waktu tertentu. Nah, maksud saya menanyakan terlebih dahulu mengenai pendapat Sobat ketika menderngar kata “Alternatif” itu sangat berkaitan mengenai bagaimana tanggapan Sobat ketika mendengar istilah “Energi Alternatif”.  Implikasinya adalah untuk mengukur sejauh mana ketajaman khasiat ungkapan yang “Energi Alternatif” yang digunakan oleh pemerintah. Dewasa ini kita sering dicekoki pemberitaan di media massa mengenai berbagai macam energi terbarukan yang disebut sebagai energi alternatif masa kini. Jikalau pemahaman kita tentang kata alternatif pada ungkapan “Energi Alternatif” sama dengan kata alternatif pada ungkapan “Pengobatan Alternatif” maka makna energi alternatif bisa jadi hanya sebagai energi pengganti yang tidak wajib dan bahkan tidak normal untuk digunakan. Banyak kaum muda yang mempunyai pernyataan, apalah arti sebuah nama? Namun, saya sebagai orang Indonesia dan khususnya dari tanah jawa memaknai sebuah nama itu sebuah “Dongo atau Pangajab”. Artinya, jika energi terbarukan dengan sengaja disebut sebagai energi alternatif seperti penjelasan di atas maka belum ada keseriusan dari pemerintah maupun masyarakat untuk mendayagunakan energi terbarukan.
Di suatu senja di atas kereta kelas ekonomi jurusan Kiara Condong – Jebres, saya tiada henti menatap kaca yang langsung tembus pada pemandangan alam tropis Indonesia yang memikat dan membuat decak kagum. Dari Kota Kembang sampai Kota Budaya Surakarta, dominasi warna hijau alam Indonesia sangat pekat dan menandakan inilah tanah super subur di dunia. Segala bahan baku untuk apapun ada di negeri ini, mulai dari bahan baku tusuk gigi sampai bahan baku nuklir pun ada di nusantara. Tak jauh menyalahkan siapa pun, saya sendiri merasa sangat bersalah dan akhirnya bersyukur, karena mulai dari saat itu muncul lah motivasi pada diri ini untuk menuntut ilmu dengan lebih giat agar mampu mengelola segala bahan yang ada di tanah tumpah darahku ini. Menurut artikel yang pernah saya baca, Bung Karno berpesan kepada seluruh generasi Indonesia dan salah satunya pasti adalah saya.

“Kutitipkan Bangsa dan Negara Ini Kepadamu” Bung Karno – Presiden Pertama Indonesia

Jauh sebelum saya lahir, Bung Karno telah berpesan sekaligus percaya kepada generasi bangsa ini untuk mengurus Indonesia. Ingat bung! Ini adalah amanah yang dahsyat dan tentunya kita harus berupaya mewujudkannya. Di samping itu, saya juga pernah membaca artikel yang menyebutkan Bung Karno menolak secara halus ketika ada perusahaan asing yang ingin berinvestasi di Papua.
“Saya sepakat dan itu tawaran menarik. Tapi tidak untuk saat ini, coba tawarkan kepada generasi setelah saya” Bung Karno
Kalimat yang diungkapkan Bung Karno tersebut bukanlah sudah ungkapan untuk merendah di tangan asing, beliau hanya mencoba untuk memberi kesempatan kepada generasi setelahnya yang dirasa akan lebih siap sumber daya manusianya. Bukan hanya sekadar untaian kata saja, waktu itu Bung Karno lantas mengirimkan putra-putri Indonesia untuk menuntut ilmu di belahan negara lain yang dirasa lebih maju. Namun, menurut artikel sejarah yang pernah saya baca lagi berkat gonjang-ganjing politik di negeri ini maka bak meninggalkan pondasi cakar ayam yang telah dibuat pemborong sebelumnya. Maksudnya ya sepertinya yang acapkali kita dengar, ganti pemerintahan ganti kebijakan dan ada plesetan ganti mobil juga katanya. Pemerintahan yang tidak berkesinambungan terhadap progam jangka panjang besar kemungkinan tidak akan menciptakan pembangunan suatu negara yang terencana dan diharapkan masyarakat.
Sebagai mahasiswa teknik, saya sendiri selalu menggebu-gebu ketika berdiskusi ataupun bereksperimen untuk menemukan sesuatu yang baru, sederhana dan berguna. Termasuk mengenai Energi Terbarukan yag akhir-akhir ini ramai diperbincangkan. Di kalangan mahasiswa sendiri, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi KEMENDIKBUD RI telah mewadahi mahasiswa untuk berkreasi di bidang apapun, salah satu dibidang ilmu terapan yaitu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Secara swadaya dari kalangan unit kegiatan mahasiswa, BEM dan Organisasi Kemahasiswaan juga tidak kalah sering mengadakan perlombaan inovasi seperti Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional. Sangat begitu banyak inovasi baru yang ditawarkan mahasiswa, mulai dari hal yang sangat sederhana sampai yang lumayan kopleks pun ada. Dalam kegiatan semacam ini saya pun juga aktif mengikutinya dan juga pernah mendapatkan juara. Sebagai contohnya saya mengusulkan sebuah pola baru dalam pembuatan tahu yang sama sekali tidak menggunakan bahan bakar minyak atau fosil. Sayang, semua hanya sebatas lomba saja. Firasat ini sudah muncul ketika saya dulu menjuari Lomba Penulisan Karya Ilmiah Remaja tingkat SMA se-kabupaten. Waktu itu saya yang sangat polos sudah mengira bahwa kebanyakan kompetisi semacam ini pasti hanya akan berhilir piagam, hadiah, piala atau trofi dan jurnal di atas kertas. Alhasil, pengalaman saya membenarkan firasat saya dulu itu.
Semalam setelah naik kereta saya termenung di atas kasur kapuk serambi berbaring menatap atap rumah. Meratapi betapa potensialnya negeri ini untuk berdiri di atas kaki sendiri, khususnya di bidang energi. Kenapa tidak? Boleh lah energi fosil di Indonesia sudah dieksploitasi oleh orang bukan pribumi, namun Indonesia menyimpan berjuta bahan baku untuk dijadikan Energi Terbarukan. Negeri avatar seakan kalah oleh Indonesia, bukan hanya angin, air, bumi, dan api yang ditawarkan bumi pertiwi. Sewaktu mengikuti kompetisi IPTEKDA Kab. Wonogiri, 2008 silam, saya masih ingat betul dengan Bapak Lasiman. Seorang tukang las yang penuh inovasi walaun bukan seorang doktor bahkan profesor. Walaupun beliau saingan saya pada waktu itu, namun Pak Lasiman telah memberikan pengetahuan dan motivasi lebih kepada saya. Hanya dengan bermodal sebuah tabung seukuran kurang lebih 12 Kg tabung LPG, beliau dapat menyulap dedaunan menjadi bioethanol. Herannya ketika lubang pipa pendek pada tabung disumut korek api, maka tabung tersebut tidak meledak, namun nyala api berewarna biru lah yang keluar. Luar Biasa! Kata saya yang waktu itu masih duduk di kelas XI SMA. Bapak ini menyulap daun menjadi bahan bakar yang katanya dapat digunakan sebagai pengganti bensin. Tanpa penyulingan, tanpa fermentasi dan tentunya tanpa alat yang super duper canggih. Inilah teknologi kerakyatan, sebuah terobosan teknologi yang mudah, murah dan bermanfaat bagi masyarakat.




Kisah nyata di atas merupakan coretan asli yang muncul dari kalangan bawah, yang notabene belum melakukan riset yang njlimet dan bertubi-tubi. Logikanya, kalau yang tidak paham apa-apa saja paham mengenai energi terbarukan apalagi mereka yang pintar dan didukung jabatan. Sekarang kalau menurut saya pribadi, tinggal kita mau atau tidak? Kalau saya pribadi sih mau saja, namun ya baru mampu bertindak sesuai dengan kapasitas saya. Banyaknya inovasi serta didukung ketersediaan bahan baku seharusnya sudah menjadi modal paling kuat untuk mengimplentasikannya guna menuju bangsa mandiri dan berdikari. Keberanian menapakkan kepentingan bersama lebih dari sekadar kepentingan lingkaran bisnis, politik dan kepentingan lainnya adalah langkah awal yang sepatutnya dilakukan. Dalam hal ini tentunya yang paling berhak berada di garda terdepan adalah beliau-beliau lah yang memangku jabatan negara ini. Sehingga ke depan, energi terbarukan benar-benar menjadi kekuatan baru yang mengaung dari tanah nusantara. Bukan hanya sekadar alternatif yang bila dikerjakan tidak mendapat “pujian” apapun dan apabila tidak dikerjakan juga tudak mendapat apa-apa.  

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari www.darwinsaleh.com. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan”. 

Lolos Seleksi Administrasi MITI PAPER CHALLANGE 2014

Alhamdulillah, masram kembali menorehkan prestasi di Bulan Januari. Kali ini ajang bergengsi yang diadakan MITI Kluster Mahasiswa. Berikut daftar nama yang lolos seleksi.



Jumat, 24 Januari 2014

Penerima Beasiswa Periode 2 Tahun 2013 Nominal Rp 1 Juta

Alhamdulillah, awal tahun 2014 mendapatkan hadiah terbaik dari Allah SWT. Masram dinyatakan sebagai salah satu Pemenerima Beasiswa Data Print. Terima Kasih Banyak Data Print, semoga Bermanfaat! Aamiin. 


Syarat & Ketentuan Penerimaan Hadiah:


- Tulis nama, no telpon yang bisa dihubungi, email dan nominal hadiah di selembar kertas
- Fotokopi kartu pelajar/ kartu tanda mahasiswa
- Fotokopi raport / transkrip nilai
- Fotokopi sertifikat / piagam seperti yang ditulis di formulir pendaftaran
- Kupon asli
- Fotokopi buku rekening yang memuat nama dan no rekening (bukan fotokopi buku tabungan secara keseluruhan). Apabila no rek kurang jelas, harap tulis kembali no rek, cabang bank dan nama pemilik rekening.
– Jika menggunakan rekening orang tua, harap sertakan fotokopi akta kelahiran peserta
– Jika menggunakan rekening saudara atau teman, sertakan surat kuasa bermaterai

- Masukkan semua persyaratan ke dalam amplop coklat, tuliskan ‘PEMENANG BEASISWA’ di sudut kiri amplop. Kirim data kamu ke :

MARKETING DATAPRINT
Jl. Garuda No. 12, Kemayoran
Jakarta Pusat, 10620


– Batas penerimaan berkas hingga tanggal 17 Februari. Berkas yang diterima lebih dari tanggal 17 Februari, maka beasiswa dinyatakan hangus.
- Transfer akan dilakukan secara berkala mulai bulan Januari – Februari. Bagi penerima beasiswa harap bersabar. Daftar penerima beasiswa yang telah ditransfer akan diupdate di website ini.

- Beasiswa akan ditransfer melalui bank BCA. Apabila penerima beasiswa menggunakan rekening dari bank selain BCA maka biaya transfer sebesar Rp 5.000 ditanggung penerima (dipotong dari beasiswa).
Berikut daftar namanya: 




Sehari Mengembara di Jogja

Tahun 2013 ditutup dengan kenangan yang begitu indah dan tentunya juga lumayan prestatif. Alhamdulillah, masram dinyatakan sebagai salah satu finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Nasional yang diadakan oleh UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Langsung saja tanpa berpikir panjang saya menyatakan untuk berangkat ke tanah Jogjakarta Hadiningrat. Mengingat Uang Saku-nya diganti Bray/Sist, jarang-jarang lho ada acara LKTI semacam ini. Dan tentunya saya menghubungi sahabat karin saya yang baru kenal dan juga sesama pejuang ilmiah bumi bertiwi dari UGM, Mas Zakariya. Beliau sangat baik dan murah senyum, dengan tulus dan ikhlas Maz Zakariya menjemput dan mengantarku dari dan ke Stasiun Lempuyangan, dan tentunya mengantarku jalan-jalan keliling Kota Yogyakarta. Usut tak diusut, masram hanya mampu finis sebagai Juara Harapan III. Tapi ya Alhamdulillah pisan euy, jadi tambah uang sakunya eh pengalamannya. Berikut dokumentasi masram ketika keliling Jogja. 







Tim KKN Posdaya UPI Desa Licin Adakan Sosialisasi Masuk PTN

kkn posdaya 1
Lagi-lagi tim KKN masram nih, sekarang giliran berbagi pengalaman dengan ratusan siswa/i SMA dan sederajatnya. 
Sumedang, UPI
Setelah mengembangkan produk ekonomi kreatif berupa Susu dari Biji Nangka, Tim KKN POSDAYA UPI yang bertugas di Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang kembali melanjutkan rentetan program kerja. Kali ini giliran aspek pendidikan yang direalisasiskan. Tim KKN mengadakan sosialisasi masuk perguruan tinggi negeri dan Beasiswa Bidikmisi. Sosialisasi ini dilaksanakan secara menyeluruh ke semua sekolah tingkat atas di Kecamata Cimalaka. Setidaknya ada empat sekolah yang telah berkerjasama dengan Tim KKN, yaitu SMK PP Sumedang (06 Januari 2013), SMAN 1 Cimalaka (10-11 Januari 2013), SMAN 2 Cimalaka (13 Januari 2013), dan MAN Sumedang (13 Januari 2013).
Dalam pelaksanaannya sosialisasi dikemas dalam bentuk yang sangat santai namun juga serius, hal terlihat dari judul presentasi tepat untuk segmentasi pelajar SMA yaitu “Kuliah itu Asyik Banget!”. Semua prosedur dan jalur masuk PTN disampaikan oleh Tim, seperti jalur SNMPTN, SBMPTN, dan Ujian Mandiri (UM). Selain itu Tim juga menyampaikan Beasiswa Bidikmisi dan Beasiswa lainnya yang seringkali diadakan di perguruan tinggi. Sambutan hangat datang dari Kepala SMAN 2 Cimalaka, Bapak Doyo, S.Pd., M.Mpd., “Kegiatan ini sangat bagus dan saya pesan tolong sampaikan segala pengalaman adik-adik mahasiswa semua yang berkaitan dengan dunia kampus”, tutur bapak Doyo.
kkn posdaya 2
Menurut ketua pelaksana, Firdan Maulana Hudaya (PJKR 2010), kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan suntikan motivasi yang lebih kepada pejalar SMA dan sederajatnya di Desa Licin untuk melanjutkan ke jenjang perguruantinggi. Semoga! (Agus Ramelan)  





Tim KKN POSDAYA UPI Kembangkan Susu Biji Nangka



biji nangka
Ini dia kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) masram yang hebat dan membahana. 
Sumedang, UPI
Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) POSDAYA UPI yang bertugas di Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang sedang mengembangkan Susu Biji Nangka sebagai produk kreatif berasis kearifan lokal. Gagasan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya jumlah pohon nangka di Desa Licin.
Pada umumnya masyarakat hanya memanfaatkan daging buah nangka yang sudah matang saja untuk dikonsumsi dan nangka muda untuk digunakan sebagai sayuran. Khusus untuk biji nangka sangat kurang dimanfaatkan oleh masyarakat, bahkan hanya dibuang begitu saja. Oleh karena itu, tim KKN mencoba berinovasi guna mengubah biji nangka menjadi produk lokal Desa Licin yang berpotensi global.
Gagasan ini sangat didukung oleh aparatur desa. Di samping itu sambutan baik datang dari POSYANTEK Kecamatan Cimalaka yang sekaligus Ketua Dusun Cipanteneun, Bapak Amad. “Gagasan ini sangat bagus dan saya pun sangat setuju untuk pengembangan Desa Licin khususnya dibidang ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, ke depan tinggal bagaimana kami menggalakkan penanaman pohon nangka sebagai upaya penyediaan bahan baku” tutur Bapak Amad.
Terhitung sejak tanggal 30 Desember 2013 kemarin, Tim KKN POSDAYA Desa Licin sudah berkolaborasi dengan pihak desa untuk mengembangkan berberapa produk lokal yang bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomis, seperti Bio Ethanol dari sampah organik, Pupuk Kompos Cair dari rerumputan, dan Obat Herbal dari Daun Kelor. Dengan adanya kolaborasi apik ini diharapkan dapat mewujudkan Desa Licin yang mandiri dan berdaya saing. Semoga! (Agus Ramelan, Koordinator LH KKN POSDAYA UPI Desa Licin

40 Mahasiswa UPI Terima Dana Bantuan Wirausaha

Alhamdulillah, di awal tahun 2014 masram menjadi salah satu dari 40 mahasiswa/i UPI yang menerima Bantuan Dana Program Mahasiswa Wirausaha. Semoga jadi pengusaha muda yang sukses dan berkah! Aamiin. 
Bandung, UPI
Sebanyak 40 mahasiswa UPI menerima dana bantuan wirausaha, yang diserahkan langsung oleh Dr. Syahroni, M.Pd selaku Kepala Divisi Pembinaan Kemahasiswaan Direktorat Kemahasiswaan UPI, Rabu (22/01) di Gedung UC lt.5 Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229Bandung.
Menurut Dr. Syahroni, M.Pd, 40 penerima dana PMW ini merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.
Untuk tahun 2013 ini, peserta yang telah mengajukan proposal wirausaha sebanyak 188 peserta, namun dari jumlah tersebut panitia PMW UPI menyeleksi menjadi 40 mahasiswa, ujar Syahroni.
Digulirkannya program ini, menurut ia bahwa pemerintah melalui perguruan tinggi ingin membantu para mahasiswa untuk mengembangkan keterampilannya dalam bidang ipteks khususnya dalam berwirausaha.
“Dengan adanya program PMW ini, mereka yang telah lulus kuliah, tidak lagi resah harus mencari pekerjaan, justru sebaliknya, mereka yang akan membuka peluang pekerjaan bagi yang membutuhkan, dan akan membantu menurunkan angka pengangguran,” ungkap Syahroni.
Dalam kesempatan tersebut ia berharap program ini dijadikan sebagai wahana untuk menggali ilmu dalam merintis usaha kecil sebagai upaya untuk membekali para mahasiswa ketika mereka lulus kuliah sehingga nantinya menjadi pengusaha yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan.(Deny) 

Minggu, 05 Januari 2014

Resolusi Masram di Tahun 2014



Today is Yesterday,
Tomorrow is Today.

Begitulah kutipan Ustadz Felix dalam salah satu bukunya yang manteb banget kalau menurut saya. Memang, apa yang kita miliki ataupun rasakan sekarang adalah refleksi dari apa yang telah kita lakukan di masa lalu. Dan apa yang terjadi di masa depan adalah refleksi apa yang kita perbuat hari ini. Alhamdulillah, sampai hari ini yang katanya kemarin itu tahun baru saya belum cinta dengan apa yang namanya “hura-hura” di malam pergantian tahun. Bahkan saya pun masih bertanya-tanya, untuk apa itu semua? Jikalau hanya untuk menciptakan semangat baru untuk menyambut tahun yang baru, sekiranya kurang pas dengan membakar kembang api, konser, dan lain sebagainya semacam kegiatan yang kurang bermanfaat dan bisa jadi menghasilkan berton-ton sampah. Baiklah, setiap orang mempunyai hak masing-masing dan saya nulis ini pun ya kalau disebut sebagai upaya “perayaan” tahun baru 2014 pun juga boleh saja. Perayaan dalam artian untuk mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat-Nya sekaligus menyiapkan sebuah mimpi dan target di tahun 2014.
Sebelumnya di tahun kemarin saya baru saja sadar akan pentingnya sebuah rsolusi, dan lumayan lebih sadar jikalau itu semua diungkapkan di atas goresan tinta. Tidak kurang dari 22 an resolusi telah saya bubuhkan di awal tahun 2013. Setiap kali membuka netbook dan online saya selalu teringat dengan apa yang saya tulis di blog dahsyat ini. Sekarang yang terjadi sangat di luar dugaan, awal saya menulis resolusi dari poin satu ke poin selanjutnya saya sangat ragu dan terkadang ada rasa pesimisme sebelum bergerak. Sekali lagi, sekarang yang terjadi sangat dahsyat nan hebat! Tiga per empat resolusi saya Alhamdulillah tertunaikan dengan kesan, pengalaman, dan wawasan yang begitu indah dan menawan. Mulai dari akademik, organisasi, rezeki, dan yang berkesan bisa melanjutkan misi jalan-jalan gratis sekaligus menjalin persaudaraan dengan rekan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Tahun 2013 yang sudah sangat indah dan berkah ini terkadang masih saja menjadi pemancing benak saya untuk selalu lebih dan lebih. Ya namanya manusia, itulah kodratnya. Lebih dan lebih yang saya maksud yaitu tentunya dalam hal positif yang mendukung untuk lebih baik lagi di tahun berikutnya. Dan hari ini, dengan gagah saya luncurkan senjata utama berupa mimpi-mimpi indah yang akan menghiasi perjalan ini di tahun 2014. Siapapun boleh tersenyum sebelah ketika membaca mimpi ini, namun ya inilah upaya launching saya agar senantiasa teringat dan mau untuk memeras keringat. Baiklah, inilah resolusi masram di tahun 2014.
1.       Sukses memberdayakan desa dengan program KKN Tematik
2.       Praktek Industri di Perusahaan Ternama
3.       IP semester 6 = 3.8
4.       Menjadi Finalis pada 7 event LKTI Mahasiswa Nasional
5.       Menjadi presenter pada 3 event Inernatonal Conference
6.       Menyelesaikan 1 Buah Buku dan Diterbitkan
7.       Memiliki kios untuk usaha
8.       Membeli New Mega Pro
9.       DAN HARUS TERBANG KE EROPA DI TAHUN 2014!
10.   Dapat Beasiswa
11.   Menjadi Mahasiswa Prestasi minimal tingkat Fakultas
12.   Juara Lomba Teknologi Tepat Guna
13.   Membuat Comdev di Bidang Bio-Energi
14.   Melakukan 2 Penelitian
15.   Menyusun Tugas Akhir
16.   Lolos PKM 
17.   Finalis lomba-lomba yang diadakan Kementrian RI 

Semoga resolusi di atas menjadi Do’a dan pemecut semangat untuk mencapainya. Inilah mimpi bukan sekadar mimpi, inilah Mimpi yang Terencana! Bismillah!