Minggu, 12 Mei 2013

Djarum Indonesia Open,Konduktor Kader Prestatif Bulutangkis Indonesia!


Bulutangkis seakan-akan menjelma jadi bagian dari bangsa Indonesia. Cabang olahraga yang sering dikenal dengan sebutan badminton ini memang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Betapa tidak, harapan prestasi gemilang di kancah internasional sangat terbuka lebar untuk Indonesia di perhelatan cabang olahraga ini. Jika ditilik dari sejarah, sejatinya bulutangkis bukanlah olahraga asli pribumi Indonesia. Banyak persepsi yang muncul bahwa ada kemungkinan bulutangkis berkembang di Mesir Kuno sekitar 2000 tahun yang lalu. Namun, ada juga yang menyebutkan bahwa bulutangkis berasal dari India dan bahkan disebutkan dari Cina. Satu pendapat lagi menyebutkan bahwa nenek moyang bulutangkis diperkirakan berawal dari sebuah permainan Tionghoa “Jianzi” yang menggunakan kok tetapi tanpa menggunakan raket. Misi dari permainan ini adalah menjaga kok agar tidak menyentuh tanah tanpa menggunakan tangan. 
raket dan kok adalah komponen utama dalam olahraga badminton
img src: http://asal-usul07.blogspot.com 


Bulutangkis yang bersifat kompetitif sejatinya baru diciptakan abad ke-19 M oleh petugas tentara Britania di daerah Pune, India. Oleh karena itu pada awalnya permainan ini dikenal dengan nama Poona yang diambil dari nama daerah pune. Selepas bertugas di Pune, para tentara kembali ke Inggris dengan membawa permainan ini di tahun 1850-an. Olahraga ini mendapatkan namanya seperti yang sekarang pada tahun 1860 dalam sebuah pamflet dari Isaac Spratt yang berjudul “Badminton Battledore-a new game”. Isaac menuliskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort’s di Gloucestershire, Inggris. Peraturan permainan badmonton yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Organisasi Badminton Internasional atau International Badminton Federeration (IBF) didirikam pada tahun 1934 mencatatkan Inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, Denmark, Belanda, Kanada, Selandia Baru, dan Perancis sebagai anggota pelopornya. Bulutangkis menjadi olahraga Olimpiade Barcelona tahun 1992 yang mengantarkan Indonesia dan Korea sebagai peraih dua medali emas. Inilah catatat goresan prestasi Indonesia yang sangat memuaskan.
Organisasi bulutangkis resmi di Indonesia sendiri baru terbentuk pada 5 Mei 1951 di Bandung, Jawa Barat. Pergerakan menuju terbentuknya Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dimotori oleh Soedirman dan kawan-kawan setelah terbentuknya Persatuan Olah Raga Republik Indonesia (PORI). Pada tahun tersebut juga diadakan konggres PBSI pertama yang menghasilkan struktur kepengurusan dengan ketua umumnya A. Rochdi Partaatmadja.
Lambang dari PBSI 
img src: http://sport.detik.com 

Dalam perjalanannya, bulutangkis Indonesia menyimpan banyak kisah yang indah untuk dikenang. Sepuluh tahun selepas berdirinya PBSI, bulutangkis Indonesia mengalami era yang penuh prestatif. Tepatnya antara tahun 1960-an hingga 1970-an dapat dikatakan era kedigdayaan bulutangkis Indonesia. Era ini memunculkan legenda besar yakni Rudy Hartono Kurniawan. Namanya tercatat di Guinness Book of World Records sebagai pemegang rekor All-England. Pria yang lebih akrab dengan nama Rudy Hartono ini menjuarai 8 kali di All England dan t diantaranya direbut secara berturut-turut belum bisa terpecahkan oleh siapapun. Sementara itu tim ganda putra Indonesia, Tjuntjun/Johan Wahjudi merebut juara ganda outra selama 6 kali. Prestasi tersebut serupa dengan rekor yang dicetak oleh Fin Kobbero/Poul Erik Nielsen dari Denmark. 

Rudy Hartono, pemegang rekor All-England dan 

tercatat di Guinness Book of World Records
img src: http://loversbulutangki.blogspot.com


Di tahun 1980-an, munculah kekuatan baru dari China yang mulai memberikan saingan. Di kejuaraan All- England Indonesia hanya menjadi juara di tahun 1981, yakni Liem Swie King. Sisanya didominasi oleh perwakilan Denmark dan China. Begitupun diajang Thomas dan Uber Cup. Awal tahun 1990-an, Indonesia mulai bangkit bak bangunnya macan tidur. Tim Indonesia meraih juara di piala Thomas 5 kali berturut-turut yakni di tahun 1994, 1996, 2000, dan 2002. Di kejuaraan All-England, Indonesia juara tiga kali yakni Ardi Wiranata (1991) dan Haryanto Arbi (1993 dan 1994). Sedangkan di piala Uber, Indonesia menang dua kali pada tahun 1994 dan 1996.
Fluktuatif. Yah, kata serapan itulah yang mungkin cocok untuk menggambarkan kondisi Bulutangkis Indonesia di awal tahu 2000-an. Macan Asia ini seakan lemah lunglai kekurangan amunisi dalam perhelatan bulutangkis. Sejak tahun 2004 hingga 2012, Indonesia belum pernah lagi meraih juara Thomas dan Uber dan All England pun tjuga belum pernah diraih lagi. Di tahun 2012, Indonesia bahkan tidak masuk semi-final setelah ditumbangkan oleh Jepang diajang Thomas Cup. Catatan tersebut sekaligus memunculkan rekor baru yakni pertama kalinya Indonesia tidak masuk semi final di ajang bergengsi tersebut.


ilustrasi menurunnya prestasi bulutangkis Indonesia 

img src: http://www.ceritamu.com/cerita/ada
-apa-dengan-bulutangkis-indonesia

Masyarakat pada umumnya bertanya-tanya, sejatinya apa penyebab kemunduran ini? Lalu, siapakah yang harus bertanggungjawab? Ya, memang tidak salah mencari-cari tahu penyebab suatu permasalahan dengan catatan selepas diketahui akar permasalahannya seketika itu pula dicarikan solusi tepat. Cuap-cuap insidental muncul yang menyebutkan ada beberapa faktor penyebabnya seperti masalah sistem kepengurusan, fasilitas dan regenerasi.
Solusi yang sekiranya tepat dan mantab yaitu menyiapkan generasi-generasi unggul Indonesia di bidang bulutangkis. Dengan terus terciptanya generasi handal baru, kedepannya Indonesia tak akan kekurangan amunisi dalam mempertahankan tahta bulutangkis dunia.
Salah satu bagian dari kekuatan industri Indonesia yang patut diacungi jempol adalah PT. Djarum. Melalui Djarum Foundation yang berpegang teguh pada filosopi “Lahir dari Dalam dan Berkembang Bersama Lingkungan”, PT Djarum telah melakukan berbagai program dan kegiatan yang membawa kebermanfaatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

PT. Djarum merupakan kekuatan industri yang 
berdedikasi tinggi guna kemajuan bulutangkis Indonesia 
img src: http://copasloker.blogspot.com 

Perhatian khusus juga diberikan PT. Djarum dalam perkembangan olahraga nasional melalui Bakti Olahraga Djarum Foubdation. Di bidang bulutungakis, PT. Djarum mendirikan PB Djarum pada 1969. Para atlet PB Djarum turut memberikan prestasi dengan merebut trofi bergengsi dunia seperti Olimpiade, All England, Kejuaraan Dunia, Piala Sudirman, Thomas dan Uber. Kini dedikasi tersebut berlanjut pada pemberian Djarum Beasiswa Bulutangkis yang memberikan fasilitas bagi atlet muda berprestasi guna meningkatkan kembali prestasi Indonesia di kancah bulutakis dunia.
Dalam rangka memberikan kesempatan anak bangsa dalam menorehkan prestasi, PT. Djarum mendukung penuh jalannya Indonesia Open. Awalnya, kompetisi ini digagas oleh PBSI dan pertama kali diselenggarakan pada tahun 1982. Kejuaraan ini terus bergulir hingga pada tahun 2007, Indonesia Open masuk kedalam jajaran Super Series yang notabene hanya terselenggara oleh 12 negara saja di dunia.

Djarum Indonesia Open 2012 adalah kompetisi bulutangkis terbaik 
pada tahun 2012 
img src: http://rajakarcis.com

Di tahun 2012 kemarin, BWF bahkan menyatakan bahwa Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012 adalah yang terbaik pada tahun tersebut. Even yang berhadiah total 650 ribu dolar AS ini berhasil memadukan pertunjukan olahraga terbaik dengan hiburan. Even lainnya yang sudah digelar pada 2012 adalah Korea Open Super Series Premier, Malaysia Super Series Premier, All England Super Series Premier, dan India Super Series. Namun tetap, ditahun 2012 yang terbaik adalah DIO Super Series Premier. Purnama Juni mendatang, perhelatan perang raket dalam tajuk Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013 akan kembali menggelegar cetar membahanakn bumi pertiwi. Kompetisi ini akan dihelat di Jakarta. Even yang merebutkan total hadiah 700 ribu dolar AS ini dapat dipastikan akan diramaikan pesohor bultangkis dunia. Begitupun dengan Indonesia, target menang penuh di kandang adalah harga mati guna membuka lebar senyum sang bumi pertiwi. Salah satu perwakilan Indonesia yaitu Taufik Hidayat. Ya, pemain bintang Indonesia yang telah berencana menutup karier bulutangkisnya pada DIO Super Series Primier 2013 nanti. Semoga harapan menang di kandang pertengahan juni nanti dapat terwujud dan tentunya menambah catatan prestasi Indonesia. 
Dalam perhelatan DIO, terdapat beberapa pihak yang sangat membantu sekaligus menyokong kelancaran kompetisi tersebut. Salah satunya yaitu blibli.com. Situs ini merupakan situs jual beli yang serba ada, mudah dan aman untuk digunakan. Segala kebutuhan yang diperlukan dalam keseharian tersedia dan tergambar jelas oleh blibli.com. Termasuk pula alat-alat bulutangkis seperti raketkok , dan jersey. Tentu saja, semua ini hanya bertujuan untuk mempermudah sekaligus memuaskan konsumen.  

blibli.com adalah situs penjualan online
yang lengkap, mudah dan berkualitas
img src: www.bibli.com 

Inilah suatu bentuk dedikasi dan bakti yang luar biasa dari berbagai pihak untuk kemajuan prestasi bulutangkis Indonesia. Harapannya sinergitas kuat ini terus berlanjut dan bertambah kualitas maupun kuantitasnya. Sehingga pada akhirnya, macan asia yang sempat tertidur ini bangkit lagi dan meraung merontokkan taring lawan. Bravo Bulutangkis Indonesia!

Dukung badminton sebagai kebanggan bangsa!


Referensi:

2 Komentar:

agus ramelan | 12 Mei 2013 17.15  

Manteb!

Anonim | 15 Mei 2013 11.37  

Maju terus DIO, Maju Terus Bulutangkis Indonesia!

Posting Komentar