Rabu, 01 Mei 2013

Secarik Kenangan di Negeri Jiran

Maret menyimpan arti sendiri untuk saya. Yah, segala panjat syukur ku haturkan atas Rahmat Allah SWT yang telah memunculkanku melalui rahim sang Ibu tengah-tengah bulan maret. Tepat, maret 2013 merupakan umur ini tua setua ayam mengekerami telurnya dalam skala hari. Tentunya kedewasaan dan persiapan menuju masa tua sudah dituntut atau dalam kata lain mau gak mau harus mau. 

Luar Biasa, setiap bulan dan setiap detik helaian waktu sebetulnya sangat istemewa. Namun, maret ini ada hal yang berbeda yang dirasakan oleh diri kecil ini. Banyak pengalaman yang mungkin gak akan bisa tercapai kalau hanya bergerak sendirian tanpa ada bantuan serta dukungan dari teman-teman dan pembimbing tentunya. Yah, Alhamdulillah di bulan maret saya bersama tim dinyatakan lolos dalam event internasional yang bertajuk ADIC 2013 di University of Malaya, Kuala Lumpur. Kesempatan ini akan menjadi kesempatan pertama kali bagi saya untuk menginjakkan kaki di belantara negeri orang. Secara otomatis juga, hal ini akan mendorong saya untuk memiliki KTP internasional yang pertama juga, yah tepat tanggal 19 Maret 2013 saya telah memegang Paspor yang berlaku sampai tanggal 19 Maret 2018. Emhz, rasanya masih belum nyangka bisa memegang buku hijau bak buku nikah ini. Tepat hari jum'at dua hari sebelum berangkat, segala bantuan pendanaan dari rektorat dan jurusan pendidikan teknik elektro pun turun. Inilah yang menambah gairah bagi penyandang status mahasiswa saat mau berangkat kompetisi. Mepet bukanlah alasan untuk tak mensyukuri dan berucap terima kasih, langkah selanjutnya adalah bagaimana mengoptimalkan segala bantuan dan kesempatan yang telah diberikan.
Oke, singkat cerita saya jadi berangkat ke negeri jiran dengan penuh kenangan pribadi yang InsyaAllah takkan terlupakan. Sangat disayangkan, my adventure book hilang di bandara karena jatuh dari tas yang saya sertakan di bagasi kabin. Emhz, sedikit kecewa juga saya dengan manajemen bagasi yang kurang bagus, mengingat urgen sekali itu buku bagi saya. Sangat berwarna kenangan yang kudapat, mulai dari berangkat bareng temen di travel yang kebelet buang air kecil stadium akhir, sendirian di bandara satu hari dalam rangka menunggu chek-in, ngobrol bareng gerombolan TKI yang berseragam serba ijo, bertemu akhwat dahsyat di pesawat, masuk lossmen TKI di KLIA, ditraktir TKI di KLIA, tidur di KLIA, naik LRT Kelana Kaya sendirian, kenalan sama mahasiswa Al- Azhar Mesir yang baru mudik ke Kelantan, Linglung cari apartemen di Stasiun LRT Universiti, makan nasi lemak serba RM 2, makan mie sedap dengan tulisan pembungkus diganti pembalut, Ketemu delegate dari Indonesia yang luar biasa, ketemu ama anak-anak dai Solo, ketemu delegate yang juga dari SMA N 1 Wonogiri ternyata, belanja di Central Market dan bertemu pedagang dari Salatiga dan Wonogiri, belajar presentasi dan menimba ilmu di tajuk internasional konferensi, beradu argumen dengan panitia masalah sertifikat, jeprat-jepret di Twin Tower dan KL Tower, curhat ria di Apartemen sampai dini hari, jalan kaki menikmati luasnya Universitas Malaya, Field Trip ke Istana Negara, Masjid Negara, KL Tower, Museum Nasional, Masjid dan Komplek Pemerintahan Putra Jaya Malaysia, dan masih banyak lagi cerita saya di sana. Satu hal yang masih membuat saya kangen dengan negeri jiran adalah sistem transportasinya terutam LRT. Sangat nyaman dan bersih sekaligus harga tiketnya juga bersahabat. LRT mungkin kalau di Indonesia dikenal sebagai MRT, yang sekarang lagi di gembor-gemborkan mau di bangun di DKI. Satu lagi, di Kuala Lumpur sangat susah menemui jalan yang berlubang, ehmz enak sekali rasanya naik motor atau kendaraan dengan mulus di jalanan. Ya, itulah ceritaku, semoga menjadi lebih banyak lagi cerita dalam tajuk acara internasional nasional berikutnya. Amin. 




















1 Komentar:

Fadil Ibnu Ahmad | 9 Juni 2013 15.57  

mantab gus, Insya Allah saya nyusul, tapi bukan ke Malaysia, hehehe :-D

Posting Komentar