Rabu, 26 Desember 2012

Bakso Wonogiri, Rajanya Dunia Per-bakso-an!



Sore gerimis suasana dingin dan tubuh membutuhkan suatu kehangatan serta perut keroncongan. Kira-kira ngapain yaw yang pas dengan sikon tersebut???. Wah jawabannya sudah pasti tepat yaitu ngebakso yaw Sob. Ngemeng-ngemeng masalah bakso ni ehmmmz bikin teringat suasan saat ngebakso bareng barudak PTE B 2011 di Mas Pandi Panorama. Menu yamin bakso besar, manteb lan maknyusss tenan. Hehehe gak ada niat promosi ni Sob Cuma sedikit nostalgila ajah… hehehe

Bethewe, Sobat sudah tau gimana sih awal mulanya bakso itu? Kira-kira juga asli made ini Indonesia atau impor yaw???
Nih ane share dech sejarah Bakso dari blog (http://langitasa.blogspot.com)
Bakso memiliki akar dari seni kuliner Tionghoa. Dalam bahasa hokian ba' artinya babi di mana memang makanan tersebut awal mulanya berasal. Seperti ba'so, ba'mie, ba'pao dan ba' yang lainnya. Lazimnya penulisan yang digunakan mengganti tanda ' dengan huruf k, menjadi bakso, bakmie dan lain-lain.  
Pada akhir Dinasti Ming (awal abad ke-17) di Fuzhuo, ada seorang pria bernama Meng Bo. Ia tinggal di sebuah desa kecil. Meng Bo seorang anak yang terkenal berbakti kepada orang tuanya. Suatu hari, ibunya kecewa karena tidak dapat memakan daging. Usia ibunya yang sudah tua dengan gigi yang rapuh. Meng Bo pun menumbuk daging dan membentuknya menjadi bulatan-bulatan kecil sehingga ibunya dapat memakannya dengan mudah. Kemudian ia merebus adonan itu, tercium aroma daging yang lezat. Ibu Meng Bo senang sekali dapat memakan daging lagi meski bentuknya berbeda. Bakso merupakan bola daging yang popular dalam masakan Indonesia. Meski awalnya terbuat dari daging babi, akan tetapi yang banyak berkembang kemudian di Indonesia -yang mayoritas muslim- adalah bakso dari daging sapi. Ada juga bakso yang terbuat dari daging ayam, ikan, atau udang”.
Ternyata dan ternyata bakso bukan asli Indonesia yaw Sob, tapi teu ape lah. Yang penting Bakso udah sangat mendarah daging dan menjadi makanan dan jajanan yang merakyat, mungkin lebih pro rakyat bakso daripada pemimpin sekarang. Hahaha
Biasanya, yang tertanam di jiwa masyarakat ketika ada kata Bakso pasti ada kata Wonogiri atau Gajah Mungkur. Ya, Bakso Wonogiri adalah bakso yang mempunyai popularitas tinggi dibanding bakso sejenisnya. Bakso sentuhan putra Wonogiri memang mempunyai keunikan rasa yang berbeda. Mungkin sudah bawaan lahir bagi setiap orang Wonogiri untuk pandai meracik Bakso.
Rasanya jika berbicara mengenai Wonogiri tanpa mengetahui sejarah holistik nya sepertinya bak makan ketoprak tanpa touge. Hehehe.
Nih dia Sob Sejarah Kabupaten Wonogiri berdasarkan laman resmi Pemkab (www.wonogirikab.go.id), Sejarah berdirinya Kabupaten Wonogiri dimulai dari embrio "kerajaan kecil" di bumi Nglaroh Desa Pule Kecamatan Selogiri. Di daerah inilah dimulainya penyusunan bentuk organisasi pemerintahan yang masih sangat terbatas dan sangat sederhana, dan dikemudian hari menjadi simbol semangat pemersatu perjuangan rakyat. Inisiatif untuk menjadikan Wonogiri (Nglaroh) sebagai basis perjuangan Raden mas Said, adalah dari rakyat Wonogiri sendiri ( Wiradiwangsa) yang kemudian didukung oleh penduduk Wonogiri pada saat itu.
Mulai saat itulah Ngalroh (Wonogiri) menjadi daerah yang sangat penting, yang melahirkan peristiwa-peristiwa bersejarah di kemudian hari. Tepatnya pada hari Rabu Kliwon tanggal 3 Rabi'ul awal (Mulud) Tahun Jumakir, Windu Senggoro: Angrasa retu ngoyang jagad atau 1666, dan apabila mengikuti perhitungan masehi maka menjadi hari Rabu Kliwon tanggal 19 Mei 1741 ( Kahutaman Sumbering Giri Linuwih), Ngalaroh telah menjadi kerajaan kecil yang dikuatkan dengan dibentuknya  kepala punggawa dan patih sebagai perlengkapan (institusi pemerintah) suatu kerajaan walaupun masih sangat sederhana. Masyarakat Wonogiri dengan pimpinan Raden Mas Said selama penjajajahan Belanda telah pula menunjukkan reaksinya menentang kolonial.
Jerih payah pengeran Samber Nyawa ( Raden Mas Said ) ini berakhir dengan hasil sukses terbukti beliau dapat menjadi Adipati di Mangkunegaran dan Bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya ( KGPAA) Mangkunegoro I. Peristiwa tersebut diteladani hingga sekarang karena berkat sikap dan sifat kahutaman ( keberanian dan keluhuran budi ) perjuangan pemimpin, pemuka masyarakat yang selalu didukung semangat kerja sama seluruh rakyat di Wilayah Kabupaten Wonogiri.
Ditemukannya hari jadi Wonogiri pada tanggal 19 Mei 1741 akan merupakan sumber kebanggaan sebagai pendorong kemajuan dan pembangunan daerah Wonogiri. Hari jadi itu sendiri sebenanrnya merupakan jati diri yang akan menjadi titik tolak untuk melihat ke masa depan dengan pembangunan yang berkesinambungan dengan berpedoman pada Stabilitas Undang-undang Koordinasi Sasaran Evaluasi dan Semangat Juang (SUKSES).   
Kabupaten Wonogiri yang terkenal dengan sebutan Kota Gaplek, merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah yang pembentukannya ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah–Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah.

Kondisi Kabupaten Wonogiri yang kaya kepemilikan gunung dan perbukitan dengan unsur tanah yang bervariasi sehingga kaya akan potensi alam seperti hutan, sungai, waduk dan gua yang sangat potensial sebagai tujuan wisata.
Pantai Nampu Wonogiri
Pantai Nampu Wonogiri

Kabupaten Wonogiri sebagai kota tujuan wisata sangat dimungkinkan karena :

- Dekat dengan tujuan wisata Solo dan Yogyakarta.
- Dekat dengan Bandara Adi Sumarmo Solo
- Event-event pariwisata cukup potensial
- Jaringan transportasi cukup lancar dari Pacitan, Ponorogo (Jawa Timur), Solo dan Yogyakarta.
- Potensi alam dan fasilitas cukup memadai.
Panorama Gunung Gandul Wonogiri
Panorama Gunung Gandul


Wonogiri kaya akan wisata ritual, karena menurut sejarahnya wonogiri didirikan oleh RM. Said (Pangeran Sambernyowo/MangkunegoroI)

Salah satu petilasan RM.Said adalah Momumen Watu Gilang di Nglaroh Selogiri, Sendang Siwani terletak di Kecamatan Selogiri kurang lebih 5 Km arah ke utara Kota Wonogiri dan masih banyak petilasan yang lain, sebagai wisata ritual banyak dikunjungi orang untuk meditasi dan ngalab berkah pada malam Selasa Kliwon dan Jum’at Kliwon. 
Waduk Gajah Mungkur Wonogiri
Waduk Gajah Mungkur Wonogiri

Tu Sobat tentang sejarah Wonogiri dan gambaran potensi wisatanya, sekarang kembali lagi ngebahas bakso yaw?. Karena kekhasannya, Bakso Wonogiri menjadi idaman di seantero nusantara. Alhasil, mulai dari pedagang gerobak hingga pengusaha besar bakso menjamur di berbagai kota besar di Indonesia. Bakso-bakso yang telah menasional seperti Bakso Lapangan Tembak, Bakso Titoti adalah sebagian kecil contoh bakso sentuhan orang Wonogiri. Nah, begitulah Sob tentang kondisi perbaksoan Wonogiri hehehe. Ada satu kisah yang penulis sendiri alami, setiap mudik lebaran dari kampus(UPI, Bandung) tercinta, pasti dech di bis malam selalu bareng ama pedagang bakso. Byuh – byuh sensasinya men . . . hehehe
Okelah, apapun yang terjadi Wonogiri tetap di hati dan tentunya selamat mencoba dan menikmati Bakso Wonogiri Sobat! Mantab.

0 Komentar:

Posting Komentar