Rabu, 15 Agustus 2012

Menghukum dengan Memukul, Efektifkah?

img src: http://www.hidupgaya.com
Anak kecil membawa bermacam kesan ketika kita di berada di dekatnya. Kadangkala mereka tampak lucu dan menyenangkan, tapi kadamg pula mereka bertindak “nakal” dan membuat emosi orang tua naik darah. Tak jarang orang tua yang sudah kesal akan kelakuan nakal anaknya lantas menghukumnya dengan memumukul. Walaupun secara spontan belum begitu terlihat, memukul anak kecil sangat berdampak pada perkembangan mental si anak.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh July Journal Pediatrics menunjukan bahwa pukulan yang diterima selama masa kanak-kanak akan menyebabkan gangguan pada kesehatan mental seperti kecemasan, depresi bahkan penggunaan narkotika saat dia dewasa nantinya.
Ada empat alasan yang mungkin dapat membuat Anda berpikir ulang sebelum memukul anak kecil dalam rangka memberinya hukuman seperti yang dikutip dari Gal Time, diantaranya sebagai berikut:
1. Memukul akan Menimbulkan Rasa Takut
Memberikan hukuman fisik yang dimaksudkan untuk membuat si anak mengerti kesalahan dan tidak mengulangi perbuatannya justru akan memperburuk situasi. Orang tua pada umumnya mengharapkan anak menghormati dan menghargainya, tetapi mendaratkan pukulan hanya membuat anak akan merasa takut dan enggan dekat-dekat dengan orangtuanya.
2. Tidak Ada Anak yang Sengaja Ingin Jadi Nakal
Balita umumnya belum bisa mengungkapkan keinginannya secara verbal dengan baik. Bisa jadi kelakuan nakal dan sikapnya yang tidak mau mendengarkan orang tua karena dia merasa kelelahan, lapar atau tertekan. Singkatnya, mereka melakukan kenakalan bukan semata-mata karena mereka sengaja menginginkannya tapi karena ada masalah dalam dirinya. Memukul anak hanya akan membuatnya merasa semakin buruk dengan diri merek sendiri.
3. Orang Tua adalah Teladan Bagi Anaknya
Anak cenderung meniru perbuatan orang tuanya di rumah. Ada banyak kasus perkelahian anak di sekolah yang setelah ditelusuri, ternyata akibat mereka terbiasa melihat atau mengalami kekerasan di rumah. Ingat, anak usia balita seperti halnya spons yang menyerap air. Mereka menangkap segala informasi dan stimulasi yang datang, tapi belum bisa memilah mana yang baik dan buruk untuk mereka. Jadi, jangan biasakan menghukum anak dengan memukulnya karena itu bisa membuat mereka jadi pribadi yang cenderung menyelesaikan masalah dengan kekerasan.
4. Anak Merasa Malu dan Tertekan Ketika Dipukul
Ketika orang tua memberikan hukuman fisik kepada si kecil, hal itu hanya akan membuatnya merasa tertekan. Belum lagi ketika dia dipukul di hadapan orang lain, tidak hanya tertekan tapi juga malu. Malu adalah sebuah perasaan yang orang dewasa pun tidak bisa menahannya.

Sebagai orang tua seharusnya menjadi sosok yang mendukung dan paling dekat dengan mereka. Bukan berarti orang tua harus memberinya pujian atau tepuk tangan saat mereka berperilaku buruk. Tapi katakan dulu hal-hal yang positif tentangnya, kemudian jelaskan bagaimana kelakuan nakalnya itu bisa mengurangi bakat dan kehebatannya. Oleh karena itu, sebisa mungkin jangan menggunakan tangan atau fisik lainnya, jika emosi sudah tak tertahankan.
                                                                                                         ref: wolipop.com

Senin, 13 Agustus 2012

Jalan Hidup Orang Jawa

img src: http://callmefie.blogdetik.com
Sebuah peradaban sudah pasti memiliki pengalaman dan cara memaknai hidup yang luas. Sebagai contoh Bangsa Yunani yang memiliki kemampuan dalam ilmu sastra dan filsafat. Mereka dalam urusan ini tak perlu diragukan lagi dan memang sudah terkenal di seantero jagat raya. Begitu pula dengan beberapa bangsa yang lainnya, seperti Arab, Persia, Romawi, India, China, Indian, dll.
Tapi, bangsa Indonesia khususnya orang Jawa pun memiliki kemampuan dalam olah kata (filsafat) ini. Ia tersebar di dalam beberapa media, termasuk yang termaktub di dalam serat-serat sejarah dan melalui tradisi lisan. Ini terjadi dengan sebuah kesadaran yang tinggi, karena memang sudah menjadi falsafah bangsa ini selama berabad-abad.

Kamis, 09 Agustus 2012

Bengawan Solo, Jantung Hati Orang Solo.

img src: http://www.solopos.com/?p=8127
Bengawan Solo, nama ini pasti tidak asing di telinga kita. Ya, Bengawan Solo adalah sungaii terpanjang di Pulau Jawa, Indonesia dengan dua hulu sungai yaitu dari daerah Pegunungan Kidul dan Ponorogo, selanjutnya bermuara di daerah Gresik, Jawa Timur. "Bengawan" dalam bahasa Jawa mempunyai arti "sungai yang besar". Sebelum bernama Bengawan Solo, sungai ini pernah dinamakan Wuluyu, dan Semanggi (dieja Semangy dalam naskah bahasa Belanda abad ke-17) .

Senin, 06 Agustus 2012

Esensi Belajar?

img source: http://herinoto.com
Belajar adalah perubahan tingkah laku yang bersifat permanen. Sifat permanen ini berarti tetap, tidak mudah hilang atau sekadar lupa. Untuk mengukur keberhasilan seseorang, indikatornya adalah perubahan tingkah lakunya. Bukan diukur dari nilai atau reward  yang mereka dapat. Semua ajaran agama mewajibkan semua umatnya untuk belajar. Perubahan tingkah laku terjadi sebagai akibat dari pelatihan dan pengalaman (William J.).

Pemecut Prestasi !


img by: http://erwinallomboky.blogspot.com
Terkadang seorang guru maupun orang tua menakut-nakuti siswa yang notabene tujuannya hanya untuk mempersemangat siswa untuk lebih giat belajar. Misalnya, “awas kalau nilai kalian jeblok, pasti gak akan naik kelas”. Ya, tidak dapat dipungkiri bawasanya untuk memicu motivasi belajar siswa, kekuatan fear motivation dapat dimainkan. Sesuai dengan perkataan John F. Milburn, “Tindakan seseorang bergantung pada besarnya ketakutan. Kita melakukan sesuatu karena kita menikmatinya atau karena kita takut jika tidak melakukannya”.
Namun jangan sampai pula kita euphoria dalam menakut-nakuti, perlu diketahui pengaruh faktor ini hanyalah sesaat. Begitu hukuman melemah ataupun tidak ada, mereka akan kembali ke zona nyamannya masing-masing. Inilah sifat motivasi dari luar (eksternal). Motivasi ini diartikan sebagai pemancing semangat yang datangnaya dari luar baik dalam bentuk insentif/awarad (positif) maupun ancaman/rasa takut (negatif).
Motivasi yang paling bertahan lama adalah motivasi yang datang dari dalam diri sendiri. Tentu para siswa mempunyai alsan kuat mengapa kita ingin belajar, melakukan hal ini da itu. Andrew Carnegie mengungkapkan, “People who unable to motivate themselves must be content with mediocrity, no matter impressive other talents”-Orang –orang yang tidak mampu memotivasi diri mereka sendiri harus puas dengan menjadi orang yang biasa-biasa saja, walau bagaimanapun hebatnya talenta mereka”.

Jumat, 03 Agustus 2012

Menyulap Ulat Jadi Duit?

http://farm5.static.flickr.com/4129/4832782059_010475914d.jpg
Mendengar nama ulat sebagian kita terutama kaum wanita akan merasa takut,jijik dan asosiasi yang negatif lainnya. Kok bisa ya?. Kalau kita mau mengorek lebih dalam, di balik semua kondisi maupun bentu ulat dapat kita jadikan lahan meraup jutaan rupiah. pengen tau seperti apa caranya???
Ulat hongkong atau dalam bahasa lain dikenal dengan Meal Worm atau Yellow Meal Worm dapat ditemukan pada toko-toko pakan burung, reptil dan ikan, karena memang ulat hongkong biasa dipergunakan sebagai suplemen pakan hewan-hewan tersebut. Selain itu ulat hongkong bisa dipergunakan sebagai bahan makanan hewan dalam bentuk pelet.
Bisnis budidaya ulat hongkong sebenarnya cukup mudah dan tidak memerlukan tenaga dan modal yang besar, selain itu budidaya ulat hongkong bisa dilakukan sebagai usaha sampingan. Usaha budidaya ulat Hongkong ini telah ditekuni oleh beberapa warga Dusun, Gesikan, Ngluwar, Magelang. Dengan memanfaatkan sebagian ruangan dalam rumah, mereka menekuni usaha sampingan budidaya ulat hongkong.
Hasil usaha sampingan budidaya ulat hongkong ini cukup lumayan, saat ini hampir tiap hari pasaran pasar Muntilan Magelang yaitu Pon Dan Kliwon mereka memanen dan memasok ulat hongkong ke pedagang burung di Pasar Muntilan. Harga ulat hongkong cukup lumayan antara 20 ribu sampai 30 ribu per kilogram. Harga ulat hongkong sempat anjlok beberapa tahun yang lalu seharga 12 ribu per kilogram, hal itu disebabkan over produksi karena banyaknya peternak ulat hongkong. Namun beberapa tahun terakhir harga stabil di kisaran 20-30 ribu per kilogram.

Ulat hongkong sebenarnya adalah fase larva dari serangga bernama latin Tenebrio Molitor. Serangga berwarna hitam ini merupakan serangga pemakan biji-bijian. Dalam Fase hidupnya serangga T.Molitor ini terdiri dari 4 siklus hidup , yaitu telur –> larva(ulat Hongkong) –> kepompong –> ulat dewasa/Serangga. Siklus seperti ini bisa berlangsung dalam waktu 3 sampai 4 bulan. Larva atau ulat hongkong ini akanmengalami pergantian kulit sebanyak 15 kali sebelum akhirnya berubah menjadi kepompong. Pada saat berganti kulit inilah saat yang tepat untuk diberikan kepada ikan hias, karena zat kitin yang terkandung pada kulit ulat hongkong tidak bisa dicerna oleh ikan.

Cara Budidaya Ulat Hongkong

Jika anda tertarik menekuni usaha sampingan budidaya ulat hongkong langkahnya cukup mudah yang diperlukan hanyalah ketelatenan dan bisa dilakukan di rumah. Langkah-langkah budidaya ulat Hongkong:
- Siapkan kandang pemeliharaan berupa papan triplek, atau bisa dengan nampan plastik. Ukuran sesuaikan dengan kebutuhan. Jika memakai triplek atau papan sudut-sudut diberi lakban agar ulat tidak kabur.
- Siapkan media pemeliharaan berupa campuran dedak halus(Polard) dan ampas tahu kering, bisa dibeli di toko pakan ternak.
- Telur ulat hongkong yang dibeli dari peternak, atau jika kesulitan bisa membeli ulat hongkong kemudian dibudidayakan hingga menjadi serangga dan kemudian bertelur.
- Makanan ulat hongkong bisa diberikan limbah sayuran, timun, pepaya,jipang dan bahan makanan lainnya yang mengandung banyak air.
Kunci dari budidaya ulat hongkong ini adalah ketelatenan dalam melakukan pemeliharaan. Jika tidak teliti terkadang ada hama sejenis ulat hongkong yang berukuran lebih kecil numpang hidup pada media, namun ulat kecil ini bersifat kanibal dan memakan ulat-ulat hongkong yang lain sehingga produksi menurun. Biasanya ulat jenis ini datang dari media dedak halus dan dari lingkungan sekitar. Anda ingin memiliki usaha sampingan? Mungkin budidaya Ulat hongkong bisa menjadi pilihan. Selamat menekuni bisnis budidaya ulat Hongkong.(Galeriukm).
Source: http://galeriukm.web.id/peluang-usaha/usaha-sampingan-budidaya-ulat-hongkong 

Kamis, 02 Agustus 2012

Ramalan Tentang Pemimpin Indonesia


http://padmanaba.or.id/menempa-pemimpin-sempurna/
Indonesia termasuk negara yang kaya dengan dunia mistis alias gaib, termasuk soal ramal-meramal. Salah satunya tercatat nama Prabu Jayabaya, yang memerintah Kerajaan Kediri sekitar tahun 400-an Masehi. Dari sekian banyak ramalannya, yang sangat tersohor adalah ramalan tentang siapa orang yang akan memimpin Indonesia (baca: Presiden Indonesia). Pemimpin pertama yakni Soekarno, digambarkan sebagai orang yang :
- memakai kopiah warna hitam (kethu bengi)
- sudah tidak punya ayah (yatim)
- suaranya menggelegar
- berkharisma
- bergelar serba mulia (Pemimpin Besar Revolusi dan Panglima Tertinggi ABRI)
- kebal terhadap berbagai senjata (sering lolos dari percobaan pembunuhan)
- punya kelemahan mudah dirayu wanita cantik
- tidak berdaya terhadap anak-anak kecil yang mengelilingi rumah beliau (mundurnya Soekarno karena di-demo para pelajar dan mahasiswa)
- sering mengumpat orang asing (anti imperialisme)
Pemimpin kedua yakni Soeharto, digambarkan sebagai orang yang :
- didukung oleh “Kartikapaksi” (ini lambang yang digunakan ABRI)
- memakai topi baja hijau atau tutup kwali lumuten (militer)
- kaya raya
- menjadi pemimpin dunia (Soeharto menggagas membentuk ASEAN, dimana konon menurut sejarahnya, ASEAN merupakan kesatuan dari kerajaan Majapahit)
- digantikan oleh “Raja dari negeri seberang” (Soeharto digantikan oleh BJ. Habibie yang berasal dari Nusa Srenggi, Sulawesi)
Setelah era kedua pemimpin tersebut, Jayabaya meramalkan akan muncul pemimpin yang digambarkan sebagai Raja yang :
- bergelar Satriya Piningit
- sudah tidak punya ayah-ibu
- telah lulus Weda Jawa
- bersenjatakan Trisula
karena ramalan-ramalan sebelumnya berupa kiasan, saya pun tidak mengerti siapa yang dimaksud dengan Satriya Piningit.
Ramalan Jayabaya yang tak kalah terkenalnya pula adalah 2 huruf akhir/sebagian kata nama pemimpin Indonesia yang dirangkum dalam sebuah kata NOTONOGORO. Dan hal itu sudah pula terbukti dengan 3 periode masa pemerintahan presiden Indonesia, yaitu: SoekarNO, SoeharTO, Susilo Bambang YudhoyoNO. Bagaimana dengan BJ Habibie, Megawati dan Gus Dur/Abdurahman Wahid?? 3 Presiden itu tidak dihitung karena tidak memerintah selama 1 masa pemerintahan penuh. Konon katanya seorang presiden yang akan menjadikan Indonesia makmur dan sejahtera, dipandang dunia dan dihormati adalah seorang presiden dengan huruf akhir “GO”. Siapakah dia?
 

                                                      source: http://sosbud.kompasiana.com/2010/02/20/15-fakta-unik-tentang-indonesia/

KIR Dimensi tetep di Hati Masram

KIR Dimensi adalah sebuah ektrakurikuler di SMA Negeri 1 Wonogiri yang bukan hanya sebagai ajang pengisi waktu luang siswa siswi SMA Negeri 1 Wonogiri namun juga sebagai wadah penyaluran kreativitas dan inovasi yang original namun juga kadang-kadang liar. Namun apabila diaplikasikan akan mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Salah satu contoh ide liar anak-anak KIR Dimensi adalah ketika pertama kali tercetus ide untuk mengolah biji randu yang notabene selama ini hanyalah limbah dan sering disepelekan diubah menjadi tempe yang seperti kita ketahui adalah makanan favorit masyarakat Indonesia dari kalangan bawah bahkan sampai kalangan atas sekalipun.

Agus Ramelan, Siapa Sih?


Agus Ramelan
Penulis memiliki nama lengkap Agus Ramelan. Ia lebih akrab dipanggil “Agus” atau “Ramel” di kalangan teman-temannya. Jejaka berbadan mungil dari pasangan Bapak Sutimin dan Ibu Surati ini dilahirkan di Wonogiri, 15 Maret 1992. Penulis dibesarkan di Dusun Ngandong, RT 01 RW 03, Desa Kepyar, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri. Tempat tersebut merupakan sebuah desa kecil yang dikeliilingi oleh perbukitan serta gersang saat musim kemarau. Sehingga, mayoritas warga masyarakatnya merantau ke kota.Sekarang ini Penulis berdomisili di sebuah kawasan industri, tepatnya di Kampung Sirnagalih, RT 08 RW 05, Cigugur Tengah, Cimindi, Kota Cimahi. Kawasan tersebut merupakan pemukiman padat penduduk yang mayoritas warganya bekerja di pabrik. Selain itu, daerah Cimindi adalah daerah dengan tingkat polusi udara yang tinggi karena dikeliingi pabrik-pabrik. Walaupun demikian, kawasan tersebut telah memberi makna yang sangat dalam bagi penulis karena menjadi saksi bisu sekaligus penunjang dalam perkembangan penulis hingga saat ini.


Penulis mengawali pendidikan formal di TK Dharma Wanita (1997-1998). Masa kecil yang sangat berkesan itu banyak diisi dengan bermain permaninan tradisional jawa, seperti: Jamuran dan Delikan. Semenjak TK, penulis ditinggal kedua orangtua merantau. Ibu bekerja di Mesir sebagai koki Konsulat RI untuk Mesir dan bapak kerja di Jakarta sebagai pemborong. Hal inilah yang membuat penulis sudah berlatih mandiri sejak usia dini. Selanjutnya, penulis melanjutkan pendidikannya di SDN 1 Kepyar (1998-2004). Selama di SD penulis sering mengikuti lomba-lomba tingkat kecamatan. Lomba yang paling berkesan untuk penulis adalah lomba Jambore Anak Islam (Jamais). Ketika itu penulis berhasil mendapat juara 1 bidang penjelajahan alam. Selain itu, sejak kelas IV SD penulis sering mendapat peringkat pertama. Alhasil, penulis menjadi siswa teladan di SD N 1 Kepyar dan kebanggaan masyarakat.
Setelah lulus dari SD, penulis melanjutkan sekolah di SMPN 1 Purwantoro (2004-2007). Sekoah tersebut merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama favorit di Kabupaten Wonogiri dan berstatus Sekolah Standar Nasional (SSN). Pada saat SMP, penulis berperan aktif dalam hal ekstrakulikuler. Misalnya, ekstrakulikuler Drum Band. Penulis pernah menjadi personil regu Drum Band dalam pengiringan karnaval dan upacara HUT RI di Kecamatan Purwantoro. Prestasi penulis selama SMP relatif stabil dan menonjol. Salah satunya di bidang matematika. Penulis berhasil meraih nilai sempurna (100) mata pelajaran matematika di Ujian Nasional (UN). Prestasi ini sangat memberikan makna tersendiri kepada Ibu penulis yang saat itu masih melanjutkan bekerja di Italia.
Setelah menjalani masa-masa sekolah di daerah kelahirannya, penulis mecoba hal baru dengan bersekolah di wilayah Kota Wonogiri, yaitu di SMAN 1 Wonogiri (2007-2010). Sekolah tersebut juga sekolah terfavorit di Wonogiri. SMA N 1 Wonogiri merupakan sekolah pilihan pemerintah Jawa Tengah yang ditunjuk sebagai Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Saat itu sekolah penulis adalah sekolah RSBI pertama di wonogiri. Karena keterbatasan kuota, kelas RSBI hanya dibuka 2 kelas, sisanya reguler. Setelah proses seleksi penulis diterima di kelas RSBI. Pada saat MOS (Masa Orientasi Siswa), penulis sempat merasa tegang, merasa dipelonco dan dibentak – bentak oleh kakak kelas. Namun, penulis terus mencoba beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang menjadi impian para pelajar di wonogiri itu. Akhirnya, penulis bisa menikmati juga kondisi sekolah yang pada saat itu dijuluki SMANSARI. Selama SMA, penulis betempat tinggal di kontrakan 4 kamar di pinggir hilir sungai Bengawan Solo. Oleh sebab itu, penulis sangat terbiasa dengan kemandirian Saat kelas 2 SMA penulis mulai aktif di kegiatan organisasi sekolah maupun luar. Misalnya di Kerohanian Islam (ROHIS) menjabat sebagai kepala divisi litbang dan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) menjabat sebagai wakil ketua. Selama kelas 2 dan 3 SMA, penulis mendapat beasiswa berprestasi dari program RSBI pemerintah provinsi Jawa Tengah. Penulis juga aktif mengikuti lomba – lomba di tingkat kabupaten dan melakukan beberapa penelitian kelompok. Ini terbukti dengan keberhasilan penulis meraih juara 1 di Lomba Penulisan Karya Ilmiah Remaja (LPKIR) SMA tingkat Kabupaten Wonogiri, sehingga berhak melaju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah. Pada perlombaan tersebut penulis dan kelompoknya (Raminadh group) membuat “Tempe dan Kecap dari Biji Randu”. Untuk tahun selanjutnya, penulis juga mewakili Kabupaten Wonogiri di Kreasi dan Inovasi (KRENOVA) di Provinsi Jawa Tengah dengan Produk “Mi Sehat dari daun Sembukan”.
Setelah rehat selama satu tahun, akhirnya penulis diterima di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Pendidikan Teknik dan Kejuruan (FPTK), UPI pada tahun akademik 2011-2012 melalui jalur SNMPTN Tertulis. Selama masa rehat, penulis bekerja di perusahaan nirlaba sambil bekerja sebagai penjaga kos. Di awal perkuliahan, penulis berduka cita yang mendalam atas kepergian Ayahanda tercinta, “Almarhum Bapak Sutimin”. Tidak terus – menerus larut dalam kesedihan, penulis mencoba beraktivitas dan belajar lebih semangat sesuai  air mata bapak yang penuh petuah ketika penulis diumumkan keterima di UPI, penulis bertekad kuat untuk menjadi yang terbaik untuk keluarga. Selama semester pertama, prestasi penulis relatif memuaskan. Indek prestasi sebesar 3,7 berhasil penulis raih. IP tersebut penulis persembahkan kepada Ayahanda tercinta, dan realistisnya untuk Ibu tercinta yang berjuang sendirian di desa.
Di bidang keorganisasian di kampus, penulis bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) dan Lembaga Penelitian dan Penalaran Intektual Mahasiswa (LEPPIM). Di kedua unit ini, penulis mendapat tunjangan motivasi dan pengetahun yang mendukung perkembangan jiwa dan raga penulis sehingga menjadi seperti pada saat ini.
Dunia kampus bagi penulis sendiri merupakan dunia yang manteb buat menimba kenangan prestatif yang dahsyat. Untuk itulah, sejak tingkat awal jadi mahasiswa, penulis selalu mencoba meneruskan minat dan bakatnya di bidang penelitian dan penulisan karya tulis ilmiah bersama UKM LEPPIM UPI. Bersama rekan-rekan dahsyat di UKM ini, penulis belajar dan terus berinovasi dalam upaya melatih kemampuan ilmiah. Alhasil, di tahun 2012 penulis bersama tim R2N berhasil menjadi finalis LKTIN di Universitas Negeri Padang. Berlanjut di maret 2013, dengan tim yang sama penulis terbang ke Malaysia dalam rangka presentasi di International Conference. Dua pengalaman dahsyat ini menjadi modal sekaligus motivasi kuat bagi penulis untuk terus berkembang dan tentunya memberikan kebermanfaatan bagi bangsa dan negara Republik Indonesia.  

Berikut adalah Curiculum Vitae Penulis: CV Agus Ramelan 2016